Analisis yuridis pembelaan terpaksa korban kejahatan pencurian dengan kekerasan: studi kasus penetapan tersangka pada korban kejahatan pencurian dengan kekerasan di Lombok

Niam, Hanim Surayya (2023) Analisis yuridis pembelaan terpaksa korban kejahatan pencurian dengan kekerasan: studi kasus penetapan tersangka pada korban kejahatan pencurian dengan kekerasan di Lombok. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Hanim Surayya NiamC93219080.pdf] Text
Hanim Surayya NiamC93219080.pdf

Download (3MB)

Abstract

Pembelaan terpaksa merupakan suatu upaya pembelaan diri yang dilakukan dalam keadaan mendesak terhadap serangan maupun ancaman atas tubuh, kehormatan kesusilaan serta harta benda, yang dalam pengaturan hukumnya tidak dipidana. Kasus penetapan tersangka terhadap korban kejahatan pencurian dengan kekerasan atau begal yang melakukan pembelaan terpaksa banyak terjadi di tanah air, yang dapat menimbulkan kebingungan masyarakat apakah korban kejahatan yang melakukan tindakan pembelaan terpaksa pantas untuk dijatuhi sanksi pidana atau tidak. Fokus permasalahan dalam penulisan skripsi ini dituangkan ke dalam rumusan masalah mengenai tinjauan hukum pidana positif dan hukum pidana Islam terhadap tindak pembelaan terpaksa korban kejahatan begal di Lombok. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian normatif, data penelitian yang dihimpun menggunakan teknik library research dengan pendekatan statute approach. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dengan memaparkan tinjauan hukum pidana positif serta hukum pidana Islam terhadap pembelaan terpaksa yang dilakukan korban kejahatan begal di Lombok hingga dapat ditetapkan sebagai tersangka, yang diurutkan dari kronologi kejadian kasus tindak pembelaan terpaksa tersebut. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat unsur syarat serta asas-asas pembelaan diri terpaksa dalam tinjauan hukum pidana positif maupun hukum pidana Islam. Unsur-unsur serta syarat pembelaan diri terpaksa tersebut disertai dengan alasan-alasan yang dapat menghapuskan pidananya, yaitu alasan pembenar dan alasan pemaaf. Sejalan dengan hasil penelitian tersebut tersebut maka penulis menyimpulkan bahwa dalam tinjauan hukum pidana positif maupun hukum pidana Islam, suatu tindak pembelaan diri dapat dikatakan sebagai pembelaan diri terpaksa apabila telah memenuhi unsur syarat serta asas-asas pembelaan diri terpaksa. Terpenuhinya unsur syarat serta asas-asas tersebut dapat menghapuskan pidana bagi orang yang melakukan pembelaan diri hal ini didasarkan pada alasan pembenar yang terkandug dalam Pasal 49 Ayat 1 KUHP.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Pidana positif; pidana Islam; pembelaan diri
Subjects: Hukum > Hukum Pidana
Hukum > Hukum Pidana Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Hanim Surayya Niam
Date Deposited: 24 Aug 2023 06:16
Last Modified: 24 Aug 2023 06:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/63574

Actions (login required)

View Item
View Item