Rosyidi, Hamim (2012) PSIKOLOGI SOSIAL. CV. Jaudar, Surabaya. ISBN 9786021888100
Cover.pdf
Download (15MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (131kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (233kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (216kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (160kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (138kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (159kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (144kB) | Preview
Bab 6.pdf
Download (166kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (17MB) | Preview
Abstract
Psikologi sosial adalah salah saatu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku sosial manusia, yakni perilaku yang muncul kepermukaan baik disadari maupun kurang disadari oleh individu bahwa perilaku tersebut sesungguhnya merupakan respon atau akibat dari pola interaksi sosialnya dengan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu dari sisi sumbernya psikologi sosial dapat dikatakan persemaian antara dua disiplin ilmu pengetahuan yang masing2 berkembang menurut etika epistimologinya masing2. Psikologi sosial memiliki dua Rahim pemikiran yakni pertama Rahim psikologi yang mengkaji perilaku manusia menurut pemikiran para ilmuwan psikologi seperti Sigmun freud, Albert Adler, Abraham Maslaw Gustav, Skienner, Bandura dan lain-lain. Sedangkan Rahim yang kedua psikologi sosial mekaji perilaku manusia dari dimensi sosiologi yang tentunya juga memiliki etika epistimologi yang khas, seperti yang digambarkan dalam pemikiran Karl Mark, Weber, dan lain-lain.
Kalau kita kaji lebih mendalam sesungguhnya ada dua hal yang
bisa digambarkan untuk memahami perilaku individu dalam kontek sosial.
Pertama; manusia laksana tawon atau lebah, yang diabstraksikan sebagai fenomena mahluk dalam konteksosialnya selalu bsersifat dan bersikap positif. Lebah senantiasa makan atau menghisap madu dari Bunga yang masih segar, jika dia mengeluaarkan sesuatu, dia mengeluarkan barang yang baik yakni madu, jika dia
bersarang di pepohonan sarangnya tidak bakal merusak pohon,
ranting bahkan dahan yang ditempatinya. Pendek kata lebah secara sosial melambangkan perilaku interaksi sosial dengan
lingkungannya secara produktif, tidak meninggalkan kerusakan
apalagi bencana yang mengakibatkan dampak sosial yang kontra
produktif.
Kedua; manusia laksana benalu yang diabstraksikan sebagai
fenomena mahluk dalam konteks sosialnya selalu bersifat kontra produktif. Jika diamati benalu adalah jenis tumbuhan yang hidupnya tumbuh di pohon atau ranting pohon dia tidak bisa hidup sendiri di tanah, dia tidak bisa mandiri.
| Item Type: | Book |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi |
| Divisions: | Karya Ilmiah > Buku |
| Depositing User: | Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 01 Mar 2016 06:18 |
| Last Modified: | 01 Apr 2016 00:57 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/6247 |
