Praktik jual beli telur ayam CV. Gajah Barokah dengan UMKM Rumahan perspektif hukum Islam di Desa Payungrejo, Kutorejo, Mojokerto

Zahiriyah, Siti Ulfiatuz (2023) Praktik jual beli telur ayam CV. Gajah Barokah dengan UMKM Rumahan perspektif hukum Islam di Desa Payungrejo, Kutorejo, Mojokerto. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Siti Ulfiatuz Zahiriyah _C92219141_OK.pdf] Text
Siti Ulfiatuz Zahiriyah _C92219141_OK.pdf

Download (1MB)

Abstract

Praktik Jual Beli Telur Ayam CV. Gajah Barokah dengan UMKM Rumahan Perspektif Hukum Islam di Desa Payungrejo, Kutorejo, dilakukan dengan menggunakan akad jual beli (Ba’i). Skripsi ini menjawab dua rumusan masalah yang diajukan dalam pertanyaan: bagaimana praktik jual beli telur ayam antara CV. Gajah Barokah dengan UMKM Rumahan di Desa Payungrejo Kutorejo, Mojokerto, dan bagaimana perspektif hukum Islam terhadap praktik jual beli telur ayam CV. Gajah Barokah dengan UMKM Rumahan di Desa Payungrejo Kutorejo, Mojokerto.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilakukan di peternakan ayam CV. Gajah Barokah desa Payungrejo, Kutorejo, Mojokerto. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pola pikir induktif. Metode ini bertujuan menyusun secara sistematis sehingga diperoleh hasil penelitian terkait praktik jual beli Telur Ayam dengan menggunakan akad jual beli di CV. Gajah Barokah dengan UMKM Rumahan Perspektif Hukum Islam di Desa Payungrejo, Kutorejo, Mojokerto, kemudian dianalisa melalui analisis hukum Islam. Hasil penelitian ini menyimpulkan: Pertama, Praktik jual beli telur ayam CV. Gajah Barokah dengan UMKM Rumahan di Desa Payungrejo, Kutorejo, Mojokerto dilakukan dengan pemesanan pre-order. Transaksi terjadi sebelum telur tersedia. Meskipun tidak ada kesepakatan tertulis, pembeli menyetujui kesepakatan lisan atau tidak langsung. Penjual mengambil keuntungan sebesar 500 rupiah dari setiap harga yang ditetapkan oleh Pinsar Petelur Nasional. Saat pengiriman, telur yang diterima tidak sesuai dengan permintaan pembeli dan memiliki kecacatan. Pembeli mengajukan complain namun tidak diindahkan oleh penjual. Produksi telur tidak selalu mencapai 100%, dan hanya kurang lebih 50% telur yang diproduksi, hal itu karena usia ayam yang masih muda dan beberapa terserang penyakit. Penjualan telur terbanyak dilakukan ke pabrik kue dan distributor di luar kota. Kedua, Pada perspektif hukum Islam, transaksi jual beli telur ayam dapat dilakukan asalkan tidak ada unsur riba, pembayaran dilakukan tepat waktu sesuai kesepakatan. Namun, jika terdapat kecacatan atau kekurangan dalam proses jual beli, maka transaksi tersebut dapat dibatalkan atau tidak sah menurut hukum Islam. Pada kasus ini, penjual tidak memenuhi hak khiyar aib pada pembeli, sehingga merugikan pembeli dan menjadikan transaksi tersebut tidak sah. Sejalan dengan kesimpulan di atas, penulis menyarankan: Di awal akad, penjual sebaiknya menjelaskan secara rinci kepada pembeli mengenai kualitas telur yang tersedia dan kendala yang mungkin timbul. Hal ini akan mencegah kerugian bagi pembeli jika menerima telur yang tidak sesuai dengan permintaan.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam; Jual Beli; Khiyar.
Subjects: Dagang
Hukum Islam
Hukum Ekonomi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Siti Ulfiatuz Zahiriyah
Date Deposited: 10 May 2023 11:41
Last Modified: 10 May 2023 11:41
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/62113

Actions (login required)

View Item
View Item