Pencak Silat dan harga diri orang Madura di desa Kwanyar Barat kecamatan Kwanyar kabupaten Bangkalan

Mutthoharoh, Mutthoharoh (2016) Pencak Silat dan harga diri orang Madura di desa Kwanyar Barat kecamatan Kwanyar kabupaten Bangkalan. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (662kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (134kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (277kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (427kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (342kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (336kB) | Preview
[thumbnail of Daftar pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (305kB) | Preview

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ada tiga yakni pertama, bagaimana peran pencak silat dalam mempertahankan harga diri bagi orang Madura di Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Kedua.apa yang melatarbelakangi adanya pencak silat dalam mempertahankan harga diri bagi orang Madura di Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dengan melihat kenyataan tentang pencak silat dan harga diri orang Madura di Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan ini adalah teori Struktural Fungsional Talcont Parsons dan Robert K. Merton.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa : (1) Pencak silat dalam mempertahankan harga diri yakni sebagai eksitensi guna untuk menjaga diri dari serangan lawan maupun rintangan hidup yang lainnya juga berfungsi untuk kewaspadaan diri guna dalam hal kebaikan bukan untuk kesombongan, (2) Pencak silat yang mempunyai nilai tersendiri di masyarakat dalam berinteraksi sertapula kengiatan sosialnya bengitupula sebagai kultur kebudayaan yang masih dilestarikan, harga diri orang Madura sering sekali publik berpendapat orang Madura itu keras padahal sebenarnya bukan keras melainkan tegas dalam bersikap dan mengambil tindakan untuk bisa mempertahankan diri.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Pencak Silat; Harga Diri; Orang Madura
Subjects: Sosiologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Mut thoharoh
Date Deposited: 23 Apr 2016 03:19
Last Modified: 17 Dec 2019 08:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/6016

Actions (login required)

View Item
View Item