Makna simbolis tradisi peminangan di Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dalam perspektif hermeneutika Paul Riccoeur

Walidah, Ziana (2017) Makna simbolis tradisi peminangan di Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dalam perspektif hermeneutika Paul Riccoeur. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Ziana Walidah_E01212042 ok.pdf] Text
Ziana Walidah_E01212042 ok.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan yang berjudul “Makna Simbolis Tradisi Peminangan Di Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Dalam Perspektif Hermeneutika Paul Ricoeur”. Ini adalah hasil penelitian untuk mengerti dan memahami tradisi Peminangan Di Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata secara lisan maupun tertulis tentang orang-orang dan perilaku yang diamati. Serta menggunakan pendekatan hermenutika dalam menafsirkan, menerjemahkan makna terkandung dalam simbol kata. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan selama proses penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian, menyimpulkan bahwa dalam tradisi peminangan yang dilakukan di Desa Weru bersumber pada kebiasaan adat yang dilakukan nenek moyang mereka dulu. Mereka mempercayai tradisi ini sudah turun temurun. Karena menurut masyarakat tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak hilang. Dan sampai sekarang tradisi ini masih dilaksanakan dan masih berjalan. Tradisi ini hanya berlaku untuk orang yang berjodoh dengan orang satu desa dan orang lamongan saja. Dalam hukum Islam memperbolehkan akan tradisi ini, karena melihat kisah daripada Nabi Muhammad yang mana dipinang oleh Siti Khadijah. Ricoeur berpendapat bahwa setiap teks yang hadir dihadapan kita selalu berhubungan dengan masyarakat, tradisi maupun aliran yang hidup dari macam-macam gagasan. dan kenyataan selalu tidak lepas dari simbol-simbol yang harus ditafsirkan. Ricoeur menjelaskan tentang simbol-simbol dengan mengunakan simbol kejahatan dan juga asal-usul kejahatan dari kejahatan itu dengan menggunakan mitos-mitos. Dan Paul Ricoeur membedakan simbol menjadi dua, yaitu simbol primer dan simbol sekunder. Simbol primer meliputi, Noda, Dosa, Kebersalahan. Sedangkan simbol sekunder meliputi, mitos kosmis, mitos tragis, mitos adam, dan mitos orfis. Dari sini ia menerangkan tentang betapa petingnya memperhatikan simbol-simbol yang hidup dimasyarakat. Saran bagi masyarakat desa weru mengenai tradisi tersebut agar tetap dijaga dan dilestarikan untuk generasi ke generasi berikutnya dibutuhkan keyakinan yang mantap bagi semua masyarakat, dan menjujung tinggi tradisi tersebut sebagai nilai luhur budaya daerah dan bangsa.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Simbol; tradisi peminangan; hermeneutika
Subjects: Nikah > Meminang
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Filsafat Agama
Depositing User: Users 62972 not found.
Date Deposited: 26 Sep 2022 07:42
Last Modified: 26 Sep 2022 07:42
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/56837

Actions (login required)

View Item
View Item