Kebijakan ordonansi haji pada masa kolonial Belanda di Indonesia tahun 1869-1932 M.

Jannah, Rina Farihatul (2016) Kebijakan ordonansi haji pada masa kolonial Belanda di Indonesia tahun 1869-1932 M. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (166kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (99kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (279kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (273kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (300kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (237kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (171kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (227kB) | Preview

Abstract

Fokus penelitian yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan haji pada masa kolonial Belanda di Indonesia? (2) Bagaimana politik haji yang digunakan pemerintah kolonial Belanda dalam menghadapi umat Islam di Indonesia? (3) Mengapa pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan kebijakan ordonansi haji?. Dari hasil penelitian yang dilakukan menemukan bahwa (1) Umat Islam Indonesia yang hendak pergi ke Mekkah harus memenuhi berbagai peraturan dan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Belanda. Seperti, kewajiban mempunyai pas jalan haji, mempunyai uang 500 gulden, menggunakan tiket pergi-pulang, melalui embarkasi haji, melaporkan kepulangannya dan mengikuti ujian haji. (2) Politik haji terbagi menjadi dua fase. Fase pertama (1800-1889), pemerintah Belanda berusaha membatasi dan cenderung mempersulit umat Islam karena menganggap orang yang telah berhaji akan menjadi fanatik dan akan mempelopori pemberontakan. Fase kedua (1889-1932), pemerintah Belanda tidak lagi mempersulit pelaksanaan haji, ini karena pengaruh C. Snouck Hurgronje dan munculnya berbagai organisasi sosial keagamaan (3) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi lahirnya kebijakan ordonansi haji, yaitu faktor ekonomi, sosial dan politik.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Ordonansi Haji
Subjects: Haji
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: rina farihatul jannah
Date Deposited: 23 May 2016 03:43
Last Modified: 25 Nov 2019 07:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/5012

Actions (login required)

View Item
View Item