Aborsi dalam Hadis Musnad Ahmad Bin Hanbal No Indeks 18989 dan dalam pemahaman Yusuf Al-Qardhawi.

Liani, Thia (2021) Aborsi dalam Hadis Musnad Ahmad Bin Hanbal No Indeks 18989 dan dalam pemahaman Yusuf Al-Qardhawi. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Thia Liani_E95217087.pdf] Text
Thia Liani_E95217087.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini mengarah pada perumusan masalah yang pertama, bagaimana kualitas dan Ke-h}ujjah-an hadis dalam kitab musnad Ahmad bin Hanbal nomor indeks 18989. Kedua, bagaimana ma’anil hadis tentang aborsi pada hadis musnad Ahmad bin Hanbal nomor indeks 18989. Ketiga, bagaimana pemahaman Yusuf Al-Qardhawi pada hadis tentang aborsi dalam hadis musnad Ahmad bin Hanbal nomor indeks 18989. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan Ke-h}ujjah-an hadis dalam kitab musnad Ahmad bin Hanbal nomor indeks 18989, untuk mengetahui ma’anil hadis tentang aborsi pada hadis musnad Ahmad bin Hanbal nomor indeks 18989, dan untuk mengetahui pemahaman Yusuf Al-Qardhawi pada hadis tentang aborsi dalam hadis musnad Ahmad bin Hanbal nomor indeks 18989. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan sumber data berbahasa Arab atau bahasa Indonesia yang terkait dengan topik penelitian. Dilakukanya penelitian untuk mendapatkan penjelasan terkait kehujjahan hadis tentang aborsi, pemaknaan hadis, dan pemahaman tentang aborsi dan pendapat Yusuf Qardhawi tentang aborsi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini ialah kualitas hadis dalam kitab Musnad Ahmad bin Hanbal No indeks 18989 ialah shahih karena telah memenuhi kriteria keshahihan suatu hadis, kemudian pada matan hadis ini tidak berstatus lemah. Sehingga hadis ini bisa dijadikan hujjah. Adapun pemaknaan hadis ialah Membunuh janin yang masih dalam kandungan secara aborsi merupakan perbuatan yang sangat keji dan aborsi merupakan pembunuhan seperti disengaja. Al-Hafizh Ibnu Hajar membolehkan hukum azel. Dari hukum azel dapat diperolehkan hukum istri menggugurkan nutfah sebelum ditiupkannya ruh. Akan tetapi menggugurkan nutfah lebih parah dan bahaya daripada azel (mengeluarkan sperma diluar). Karena azel belum menjalani proses pembentukan janin. Kemudian, yusuf qardhawi berpandangan bahwa pada dasarnya melakukan aborsi adalah haram tetapi yusuf qardhawi berkata lagi dalam fatwanya bahwa boleh melakukan aborsi ketika keadaan darurat. Dan Siapa pun yang ingin melakukan aborsi harus terlebih dahulu berpikir bahwa aborsi adalah kejahatan terhadap embrio kehidupan bagi janin. Sanksi terhadap pelaku aborsi sangat berat.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Aborsi; Ahmad bin Hanbal; Yusuf Al-Qardhawi.
Subjects: Aborsi
Aborsi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Thia Liani
Date Deposited: 25 Aug 2021 01:48
Last Modified: 25 Aug 2021 01:48
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/49868

Actions (login required)

View Item
View Item