Analisis Maqasid Al-Shari’ah terhadap pandangan Yusuf Qardawi dan Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz Tentang Hukum ‘Azl

Trisnantasari, Yullyta Eka (2021) Analisis Maqasid Al-Shari’ah terhadap pandangan Yusuf Qardawi dan Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz Tentang Hukum ‘Azl. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Yullyta Eka Trisnantasari_C05217014.pdf] Text
Yullyta Eka Trisnantasari_C05217014.pdf

Download (2MB)

Abstract

Guna menjawab dua rumusan masalah tersebut, maka metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam penelitian ini terdapat tiga data yaitu primer, sekunder, tersier. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah studi kepustakaan yang berupa data-data dari berbagai sumber literarur. Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah analisis data deskriptif. Untuk menjelaskan menganalisis data yang ada, maka penulis mengkomparasikan maqasid shari’ah terhadap pandangan Yusuf Qardawi dengan Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz tentang hukum ‘azl. Temuan dari penelitin ini adalah bahwa Hukum mencegah kehamilan menurut Yusuf Qardawi adalah boleh dengan beberapa syarat yaitu takut keselamatan si ibu pada waktu mengandung atau melahirkan, khawatir terhadap wanita yang menyusui apabila dia hamil lagi. Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz berpendapat bahwa hukum mencegah kehamilan adalah haram apalagi jika diniati dengan membatasi keturunan secara permanen karena menyebabkan sedikitnya umat Islam. Maqas{id al-Shari’ah ada tiga macam, yaitu daruriyyat, hajiyyat, tahsiniyyat, di tingkatan daruriyyat terbagi 5 yaitu: memelihara agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pendapat Yusuf Qardawi apabila mencegah kehamilan dengan menggunakan ‘azl dikaitkan dengan maqasid al-shari’ah maka tergolong kebutuhan hajiyyat karena hanya ibu dalam kondisi tertentu saja yang harus dibatasi untuk melahirkan, tidak semua ibu. Pendapat Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz jika mencegah kehamilan dengan menggunakan ‘azl jika dikaitkan dengan maqasid shari’ah maka tergolong kebutuhan daruriyyat yang artinya karena memang beliau mengaitkan ‘azl dengan maqasid al-shari’ah agar umat Islam bertambah banyak. Saran untuk masyarakat bahwa metode ‘azl adalah cara yang sederhana yang sudah pernah dipraktekkan di zaman Nabi yaitu tidak memakai alat kontrasepsi yang lain. Hendaklah lebih teliti jika mengambil suatu kesimpulan, jangan sampai apa yang telah kita lakukan tidak sesuai dengan kaidah syari’ah.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: 'Azl; Kontrasepsi; KB; Mencegak kehamilan.
Subjects: Hukum Islam
Pemikiran
Seks > Seks dan Agama
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Yullyta Eka Trisnantasari
Date Deposited: 15 Aug 2021 10:47
Last Modified: 15 Aug 2021 10:47
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/49565

Actions (login required)

View Item
View Item