Pengaruh pemberian kombinasi hormon auksin dan giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.)

Sokmawati, Dwi (2021) Pengaruh pemberian kombinasi hormon auksin dan giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Dwi Sokmawati_H01217004.pdf] Text
Dwi Sokmawati_H01217004.pdf

Download (2MB)

Abstract

Produksi cabai rawit di Indonesia yang masih tergolong rendah menyebabkan harga cabai meningkat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi cabai rawit salah satunya dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi hormon auksin dan giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman cabai rawit. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 perlakuan dan 2 ulangan menggunakan konsentrasi auksin dan giberelin 0,50,100,150,200 ppm yang dikombinasikan. Diaplikasikan sebanyak tiga kali yaitu saat perendaman benih serta penyemprotan saat terbentuk kuncup bunga dan setelah tanaman berbuah muda. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Kruskall-Wallis yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh pemberian kombinasi hormon auksin dan giberelin pada semua parameter pengamatan. Parameter pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi pada perlakuan 17 yaitu kombinasi auksin 150 ppm dan giberelin 50 ppm dengan nilai 21,46 cm dan 18,9 buah. Parameter hasil produksi yang meliputi waktu antesis dan jumlah bunga tertinggi pada perlakuan 17 yaitu kombinasi auksin 150 ppm dan giberelin 50 ppm dengan nilai 35,5 hari dan 3,94 buah, kemudian jumlah bunga gugur dan jumlah buah gugur paling sedikit pada perlakuan 21 yaitu kombinasi auksin 200 ppm dan giberelin 0 ppm dengan nilai 1,28 buah dan 0 buah, selanjutnya jumlah buah tertinggi pada perlakuan 7 yaitu kombinasi auksin 50 ppm dan giberelin 50 ppm dengan nilai 43,5 buah. Kombinasi paling optimal pada perlakuan P17 yaitu kombinasi auksin 150 ppm dan giberelin 50 ppm.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: auksin; giberelin; cabai rawit; pertumbuhan; hasil produksi.
Subjects: Biologi
Pendidikan > Penelitian
Penelitian
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Biologi
Depositing User: Dwi Sokmawati
Date Deposited: 01 Aug 2021 01:02
Last Modified: 01 Aug 2021 01:02
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/49069

Actions (login required)

View Item
View Item