Sholihah, Ni'matus (2020) Analisis hukum islam terhadap pinjaman online bagi Mitra Agent Borrower pada aplikasi E-Money di PT Kioson Komersial Indonesia. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ni'matus Sholihah_C02214021.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deduktif yang data penelitiannya dihimpun melalui observasi, wawancara serta dokumentasi dengan pegawai PT Kioson dan beberapa mitra agent borrower. Data yang berhasil dihimpun, dianalisis dengan metode analisis deskriptif menggunakan sudut pandang ketentuan Qard} menurut hukum Islam dalam Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/IX/2018 dan kaidah Mas}lah}ah Mursalah. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: Pertama, pinjaman online bagi mitra agent borrower ini merupakan pinjaman berupa saldo melalui aplikasi e-money sejumlah Rp. 990.000. Besaran tersebut telah dipotong biaya administrasi sebesar Rp. 10.000. Setelah jangka waktu 14 hari, maka verified agent borrower wajib mengembalikannya melalui jasa Bank Sinarmas yang telah bekerjasama dengan PT Kioson sejumlah Rp. 1.000.000 secara langsung. Bagi mitra agent borrower yang melewati tempo pembayaran, akan dikenakan denda 0,1% dari pinjaman/harinya. Kedua, praktik pinjaman online ini sebenarnya telah memenuhi rukun dan syarat Qarxxxxxxxxd} yang meliputi syarat aqid}}, ma’qud ‘alaih dan sighat secara umum, serta telah sesuai dengan pedoman dalam Fatwa No. 117/DSN-MUI/IX/2018 sehingga praktik pinjaman ini diperbolehkan menurut hukum Islam. Hanya saja, dalam praktiknya terdapat denda yang belum mempertimbangkan aspek kesusahan dan keringanan muqtarid}. Praktik sistem denda dipukul rata antara satu muqtarid} dengan muqtarid} lainnya padahal pada praktiknya terdapat muqtarid} yang tidak dapat membayar pinjaman bukan karena tidak mau tetapi karena tidak mampu. Selain itu peruntukan denda juga mengandung unsur gharar, peruntukan denda bukan untuk kebutuhan dana sosial sesuai dengan yang disyariatkan hukum Islam, melainkan masuk pada keuangan perusahaan yang tidak jelas peruntukannya. Hal ini dapat dianggap bahwa perusahaan mendapatkan keuntungan atas keterlambatan pembayaran tersebut, sehingga membuat penerapan sanksi denda ini tidak sesuai dengan hukum Islam. Sejalan dengan kesimpulan di atas, hendaknya peminjam agar lebih teliti dan bertanggung jawab dalam melakukan pinjaman agar tidak memberatkan pengembaliannya di kemudian hari serta kepada PT Kioson agar melakukan kajian ulang terhadap praktik penerapan denda agar sesuai dengan hukum Islam.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hutang; Hutang Piutang; Pinjaman Online; Mitra Agent Borrower; aplikasi E-Money ; PT. Kioson. |
| Subjects: | Hukum Ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Ni'matus Sholihah |
| Date Deposited: | 02 Jun 2021 04:19 |
| Last Modified: | 02 Jun 2021 04:19 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/47910 |
