Jannah, Wardatul (2021) Konsep diri dalam dimensi keagamaan perempuan pemijat plus-plus di Sidoarjo dalam perspektif fenomenologi Edmund Husserl: studi kasus di panti pijat Waru Sidoarjo. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Wardatul Jannah_ E91215053.pdf
Download (1MB)
Abstract
Konsep diri merupakan gagasan tentang diri sendiri yang terdri dari pandangan terhadap diri sendiri sebagai pribadi, perasaan dan keinginan atau harapan diri sendiri. Dalam hal ini, seorang perempuan pemijat plus-plus juga mempunyai konsep diri. Perempuan pemijat plus-plus juga bisa dikatakan sebagai wanita pelacur sebab mereka tidak hanya menjual pijatan melainkan menjual dirinya juga. Perempuan pemijat plus-plus berbeda dengan pelacur, yang membedakannya adalah perempuan pemijat plus-plus diawali dengan pijatan. Penelitian ini mengambil konsep diri perempuan pemijat plus-plus dari segi dimensi keagamaan. Sebab tidak semua perempuan nakal seperti perempuan pemijat plus-plus tidak beribadah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan yang secara langsung menemui pemijat plus-plus dengan sesi wawancara. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi Edmund Husserl Menampakkan atau memperlihatkan suatu benda yang tidak terlihat. Dalam Fenomenologi Edmund Husserl terdapat teori epoche yaitu menangguhkan segala keputusan. Jadi konsep diri perempuan pemijat plus-plus dianalisis dengan fenomenologi supaya memperlihatkan apa yang tidak terlihat selama ini. Selain itu digunakan juga epoche untuk menangguhkan keputusan.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konsep Diri; Dimensi Keagamaan; Perempuan Pemijat Plus-Plus; Fenomenologi. |
| Subjects: | Pelacuran |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Wardatul Jannah |
| Date Deposited: | 10 Feb 2021 12:24 |
| Last Modified: | 10 Feb 2021 12:24 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/46366 |
