Rohman, Mohammad Fatikhur (2021) Keadilan sebagai rukun poligami: analisis hukum islam terhadap pemikiran Saiddun Fiddaroini dalam buku Mengapa Umat Islam Tidak Berpoligami. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Mohammad Fatikhur Rohman_C01216028.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui sebuah dokumen dari perpustakaan, skripsi ini bersifat kualitatif yakni menggambarkan adil dalam menjalakan poligami dan menjauhkan perbuatan poligami supaya melakukan perbuatan mogami. pemikiran Saiddun Fiddaroini dalam buku mengapa umat islam tidak berpoligami. untuk kemudian dianalisis dengan cara pengumpulan data secara sistematis,yang diperoleh dari berkas-berkas yang ada dan referensi-referesi serta literatus yang mempunyai kelerasi dengan data penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan pemikiran Saiddu Fiddaroini mengatakan adil bukan syarat untuk menjalankan poligami, karena jika yang dimaksud dengan kata syarat itu adalah adil terhadap istri-istrinya ketika sudah berpoligami maka hal tersebut bukan syarat poligami melainkan rukun poligami. Syaiddu, Fiddaroini berpendapat seperti itu. (1) Syarat: perkara yang harus ada sebelum melakukan suatu perbuata atau amal. (2) Rukun: perkara yang ada ketika melakukan suatu perbuatan atau amal. An nisa' ayat (129) dan An nisa' ayat (3) telah menjelaskan, kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri- istrimu. Penelitian ini mengajarkan kita untuk menjalankan monogami dan menjauhkan kita dari poligami. Karena Dalam menjalankan adil berpoligami sangatlah susah besar kemungkinan perempuan tidak mau dimadu karena laki-laki harus adil dalam masalah mu'amalah, nafkah, pergaulan dan berhubungan terutama cinta dan aksih sayang. oleh karena itu syarat poligami adil begitu berat masih saja terjadi poligami, apalagi kalau tidak diberi syarat poligami yang salah kaprah itu dianggap sebagai tindakan kurang berhati-hati justru dari dasar kekeliruan ini menimbulkan dampak yang libih besar lagi. seorang laki-laki harus meyakini terlebih dahulu bahwa dirinya bisa berlaku adil atau tidak ketika ingin memiliki istri lebih dari satu. Jika dirinya meyakini atau mengetahui bahwa dirinya bisa berlaku adil kepada istri-istrnya maka dia boleh saja melakukan poligami, kalau dia tidak bisa berlaku adil maka jauhilah poligami lebih baik monogami dan membangun keluarga sakinah mawaddah warohmah.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemikiran Saiddun Fiddaroini; Poligami; Keadilan berpoligami. |
| Subjects: | Hukum Islam Poligami Pemikiran |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Mohammad Fatikhur Rohman |
| Date Deposited: | 23 Jan 2021 07:17 |
| Last Modified: | 23 Jan 2021 07:17 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/45844 |
