Yusuf, M. (1999) Studi tentang konsep jalan mencapai Nirwana dalam Buddhisme. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (305kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (122kB) | Preview
Daftar isi.pdf
Download (382kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (738kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (848kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (342kB) | Preview
Daftar pustaka.pdf
Download (376kB) | Preview
Abstract
Budha Gautama telah menyampaikan ajarannya selama empat puluh lima tahun, perhatian beliau pada masalah pengobatan jiwa manusia dan masalah masalah yang bersifat pragmatis. Keinginan sang budha membantu manusia untuk mengubah hidupnya dengan cara melenyapkan penderitaan yang sedang menyertai semua orang. Budha memberikan petunjuk kepada manusia tentang jalan menuju nirwana itu beliau rangkum kedalam empat kebenaran utama beserta delapan marga. Empat kebenaran meliputi penderitaan, penyebab penderitaan, akhir dari penderitaan dan jalan lepas dari penderitaan. Adapun delapan marga itu adalah pengertian yang benar, pikiran yang benar, ucapan yang benar, perbuatan yang benar, penghidupan yang benar, usaha yang benar, perhatian yang benar dan konsentrasi yang benar. Penelitian ini menggunakan studi literel atau riset kepustakaan, adapun pendekatan yang digunakan dengan menggunakan pendekatan historis yaitu suatu pendekatan yang digunakan untuk mendekati suatu permasalahan dari kajian dan sudut pandang sejarah yang mencakup asal usul . Pendekatan teologis yaitu suatu pendekatan yang digunakan untuk memberikan suatu gambaran ajaran delapan marga yang berisi tentang upaya yang harus dilakukan oleh manusia, adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif yang merupakan proses penalaran yang didasarkan atas pengetahuan tentang hal hal yang khusus. Metode deduktif yaitu metode analisis yang bertitik pangkal pada beberapa preasif pokok dan atas dasar itu mencoba menyelesaikan atau menghubungkan serta mengambil suatu kesimpulan. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu bahwa budisme pada mulanya merupakan suatu upaya untuk mengkoreksi ajaran hinduisme yang tidak aspiratif yang mana hak hak asasi sesame manusia disana tidak lagi ditempatkan sebagaimana layaknya. Ajaran catur arysatyani merupakan suatu apaya terapi pengobatan terhadap jiwa yang resah, mengenai tentang nirwana itu dan bagaimana membuktikan kebenarannya, budisme hanya mampu memberikan sedikit keterangan tentangnya.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Syamsul Arifin |
| Uncontrolled Keywords: | Konsep Jalan; Nirwana; Budisme |
| Subjects: | Perbandingan Agama Perbandingan Agama Teologi Tasawuf |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Arsip Ushuluddin |
| Depositing User: | Users 32 not found. |
| Date Deposited: | 05 Feb 2016 01:22 |
| Last Modified: | 05 Apr 2017 10:19 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/4493 |
