MAKNA HAUL AKBAR KH SHOLEH TSANI BAGI MASYARAKAT DESA BUNGAH KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK

Lutfi, Dian Nazarudin (2015) MAKNA HAUL AKBAR KH SHOLEH TSANI BAGI MASYARAKAT DESA BUNGAH KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (111kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (187kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (115kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (353kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (284kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (499kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (245kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (283kB) | Preview

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini ADALAHHaul Bungah KH Sholeh Tsani ini menjadi hal yang sakral pada masyarakat Kabupaten Gresik, seiring dengan pergeseran zaman kearifan lokal ini mulai kehilangan eksistensi Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam melihat fenomena yang terjadi pada Haul Akbar KH Sholeh Tsaniadalah George Herbert Mead.
Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwaPerspektif interaksi simbolik sebenarnya berada di bawah perspektif yang lebih besar yang sering disebut perspektif fenomenologis atau perspektif interpretif. Maurice Natanson menggunakan istilah fenomenologis sebagai suatu istilah yang merujuk pada semua pandangan ilmu sosial yang menganggap kesadaran manusia dan makna subjektifnya sebagai fokus untuk memahami tindakan sosial. Menurut Natanson, pandangan fenomenologis atas realitas sosial menganggap dunia intersubjekif terbentuk dalam aktivitas kesadaran yang salah satu hasilnya adalah ilmu alam.Bagi perspektif ini, individu bersifat aktif, reflektif, dan kreatif, menafsirkan, menampilkan perilaku yang rumit dan sulit diramalkan. Paham ini menolak gagasan bahwa individu adalah organisme yang pasif yang perilakunya ditentukan oleh kekuatan-kekuatan atau struktur yang ada diluar dirinya. Oleh karena individu terus berubah maka masyarakat pun berubah melalui interaksi. Jadi interaksi lah yang dianggap sebagai variable penting yang menentukan perilaku manusia bukan struktur masyarakat

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Additional Information: Amal Taufiq
Uncontrolled Keywords: Haul
Subjects: Budaya Islam > Haul
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Users 32 not found.
Date Deposited: 29 Jan 2016 08:50
Last Modified: 29 Jan 2016 08:50
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/4278

Actions (login required)

View Item
View Item