Zainuddin, Ahmad (2015) TAWHĪD DAN SPIRIT PERUBAHAN SOSIAL : STUDI KOMPARATIF ANTARA ALI SYARI’ATI DAN HASAN HANAFI. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (237kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (206kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (211kB) | Preview
Antologi.pdf
Download (357kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (211kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (537kB) | Preview
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (518kB)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (692kB)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (380kB)
Bab 5.pdf
Download (436kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (284kB) | Preview
Abstract
Tesis ini membahas seputar tawhīd dan spirit perubahan sosial. Tema tersebut penulis kaji dari perspektif Ali Syari’ati dan Hasan Hanafi, keduanya dikenal sebagai penggagas islam yang progresif dan revolusioner dengan merelasionalkan tawhid ke dalam fakta-fakta sosial. Penulis menganalisis empat persoalan pokok: 1) bagaimana pemikiran Ali Syari’ati tentang tawhīd dan spirit perubahan sosial, 2) bagaimana pemikiran Hasan Hanafi tentang tawhīd dan spirit perubahan sosial, 3) bagaimana perbedaan dan persamaan pemikiran keduanya, dan 4) apa relevansinya dalam kehidupan kekinian. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, pengambilan data bersumber dari berbagai data primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis dengan metode analisis isi, analisis historis, deksriptif, dan komparatif yang sebelumnya melalui tahapan meliputi: identifikasi, klasifikasi, dan selanjutnya dilakukan interpretasi.
Setelah melakukan penelitian sejumlah tulisan Ali Syari’ati dan Hasan Hanafi dan sumber-sumber lain yang relevan, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teologi yang diyakini secara dogmatik tak mampu menjadi “pandangan yang benar-benar hidup” yang memberi motivasi tindakan dalam kehidupan kongkret manusia. Hal ini dikarenakan penyusunan doktrin teologi tidak didasarkan atas kesadaran murni dan nilai-nilai perbuatan manusia. Sehingga muncul keterpecahan (split) antara keimanan teoritis dan keimanan praktis dalam umat Islam.
Selanjutnya, Ali Syari’ati menawarkan tawhid sebagai basis revolusi transenden dengan fondasi; teologi islam progresif, manusia eksistensial, dan intlektual tercerahkan. Sedangkan Hasan Hanafi menawarkan pertama, transformasi teologi dari teosentris menjadi antroposentris. Kedua, untuk membangun teologi antroposentris digunakan metode dialektika, hermeneutik, fenomenologi dan eklektik. Ketiga, kritis dan rasional dalam membangun nalar teologi lebih aktual dengan tidak meninggalkan akar tradisi Islam,.
Ali Syari’ati dan Hasan Hanafi memberikan kontribusi besar dalam mambangun relasional peran strategis agama dalam perubahan sosial. Tawhid menjadi titik pijak untuk menjadikan islam sebagai spirit perubahan sosial ditengah-tengah kondisi keterpurukan masyarakat, Agama tidak semata-mata sebagai praktek peribadatan yang cenderung hanya sebagai tanggungjawab individu muslim dengan Tuhan, tetapi agama juga menjadi ideologi sosial
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Suhermanto Ja'far |
| Uncontrolled Keywords: | Tawhid; Perubahan Sosial; Ali Syari’ati dan Hasan Hanafi |
| Subjects: | Filsafat > Filsafat Islam |
| Divisions: | Program Magister > Filsafat Agama |
| Depositing User: | Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 26 Jan 2016 07:52 |
| Last Modified: | 26 Jan 2016 07:52 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/4029 |
