Mahmudah, Luluk (2015) DANGDUT DAN KONFLIK SOSIAL : STUDI KASUS PENONTON DANGDUT DI DESA TAKERHARJO KECAMATAN SOLOKURO KABUPATEN LAMONGAN. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (619kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (192kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (203kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (538kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (293kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (832kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (126kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (197kB) | Preview
Abstract
Dangdut merupakan salah satu kebudayaan asli dari Indonesia yang mulai berkembang lebih pesat dari sebelumnya dengan masuknya dangdut yang modern. Dengan beberapa tayangan yang juga mulai mempunyai peminat yang besar dari masyarakat dari semua kalangan.
Fokus penelitian yang digunakan oleh peneliti sebagai kajian dalam skripsi ini adalah Bagaimana konflik yang terjadi antar Penonton dangdut di Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan? Guna menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif ini agar memperoleh data penelitian yang bersifat mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data juga diperoleh dari data primer dan skunder. Data primer adalah Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian menggunakan alat pengukur atau pengukuran data langsung pada obyek sebagai informasi yang akan dicari. Sedangkan data skunder adalah data skunder adalah data-data yang diperoleh dari pihak lain, tidak langsung diperoleh dari subyek penelitian. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara deskriptif dan dianalisis dengan teori konfik sosial Lewis A. Coser.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Dangdut dan Konflik Sosial studi kasus Penonton dangdut di Desa Takerharjo Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. Dengan adanya fokus penelitian tersebut, diperoleh hasil mengenai dangdut dan konflik sosial yaitu: bahwa ada beberapa faktor pemicu yang menjadikan konflik itu terjadi seperti: goyangan erotis, sikap tidak terima, dendam pribadi yang menimbulkan dendam kelompok, aksi saling mencari masalah, pengakuan sebagai kelompok yang terkuat. Konflik dalam Penonton dangdut juga tidak hanya berdampak positif akan tetapi adapula dampak positif ketika konflik itu terjadi. Terdapat beberapa langkah yang dilakukan pemerintah desa untuk meminimalkan konflik itu tidak terjadi kembali
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | M. Shodiq |
| Uncontrolled Keywords: | Dangdut; Konflik Sosial |
| Subjects: | Dakwah > Konflik Sosiologi > Sosiologi Agama Sosiologi > Sosiologi Kota |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi |
| Depositing User: | Users 18 not found. |
| Date Deposited: | 25 Jan 2016 08:09 |
| Last Modified: | 25 Jan 2016 08:09 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3939 |
