Prespektif hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen terhadap praktik jual beli Tanah Kavling di Desa Panjunan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo

Stiyo, Yufi Bagus Duwi (2020) Prespektif hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen terhadap praktik jual beli Tanah Kavling di Desa Panjunan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Yufi Bagus Duwi Stiyo_C92216211.pdf] Text
Yufi Bagus Duwi Stiyo_C92216211.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “Prespektif Hukum Islam Dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Terhadap Praktik Jual Beli Tanah Kavling Di Desa Panjunan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo” ini menjawab pertanyaan yang tertuang dalam rumusan masalah, meliputi: bagaimana praktik jual beli tanah kavling, serta bagaimana analisis hukum Islam Dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen terhadap praktik jual beli tanah kavling Di Desa Panjunan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo?. Penelitian ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) di Desa Panjunan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Metode pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Selanjutnya data yang berhasil dikumpulkan dianalisis oleh penulis dengan teknik deskriptif analisis yaitu menggunakan teori-teori yang berkaitan dengan Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 untuk selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: pertama, praktik jual beli tanah kavling belum dilakukan pengkavlingan oleh pelaku usaha, tidak sesuai dengan yang disampaikan di dalam brosur dan kontrak perjanjian serta tanggung jawab pelaku usaha yang tidak beri kejelasan waktu. Kedua, dalam hukum Islam jual beli ini terdapat unsur gha>rar atau ketidak jelasan pada syarat objeknya, pada kontrak perjanjian terdapat unsur tadli>s atau penipuan serta tanggung jawab yang dilakukan tidak diberi kejelasan waktu, maka transaksi jual beli ini termasuk fa>sid atau rusak karena secara teknis sesuai dengan objek rukun, tetapi pada pelaksanaannya tidak sesuai di kemudian hari. Di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dalam jual beli tanah kavling konsumen sudah seharusnya mendapatkan apa yang menjadi haknya dikarenakan konsumen telah melakukan kewajibannya, dan pelaku usaha dalam menawarkan produknya dilarang untuk melakukan perbuatan yang dapat merugikan orang lain, selain itu tanggung jawab ganti kerugian diharuskan untuk diberikan kepastian waktunya. Dari hasil penelitian ini penulis memberikan saran kepada pihak pelaku usaha hendaknya memberikan kepastian waktu mengenai pemenuhan kontrak perjanjian. Sedangkan kepada pihak konsumen sebaiknya lebih selektif dalam mencari informasi mengenai tanah yang akan dibelinya serta tidak percaya begitu saja terhadap penawaran yang diberikan oleh penjual sehingga di kemudian hari tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Perlindungan konsumen; praktik jual beli; Tanah Kavling
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli
Tanah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Yufi Stiyo
Date Deposited: 12 Mar 2020 02:09
Last Modified: 12 Mar 2020 02:09
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39314

Actions (login required)

View Item
View Item