Resiliensi masyarakat eks Lokalisasi Gandul Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban dalam tinjauan teori struktural fungsional Talcott Parson

Cahyani, Putri Wulan Ayu (2019) Resiliensi masyarakat eks Lokalisasi Gandul Desa Gesing Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban dalam tinjauan teori struktural fungsional Talcott Parson. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Putri Wulan Ayu Cahyani_I73216079.pdf] Text
Putri Wulan Ayu Cahyani_I73216079.pdf

Download (1MB)

Abstract

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang terjadi secara kontinue atau terus menerus dan juga merupakan perbaikan serta mempunyai tujuan yang lebih baik dan mencapai kemajuan yang diharapkan. Setiap manusia selama hidup pasti mengalami adanya perubahan. Perubahan tersebut ada yang mencolok karena dinilai menarik dan ada pula yang tidak menarik dalam arti tidak mencolok. Adapula perubahan – perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun luas, serta ada pula perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga yang berjalan dengan cepat diketemukan oleh sesorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu yang lampau. Kenyataannya, reaksi masyarakat terhadap perubahan tentunya berbeda – beda, dapat dilihat pada peristiwa dimana pada satu sisi pihak yang merasa tertindas biasanya sangat mengharapkan adanya perubahan yang mampu melepaskan dirinya dari belenggu ketertindasan tersebut. Namun pada pihak lain biasanya pihak yang sudah mapan tidak begitu mengharapkan adanya perubahan. perubahan masyarakat berarti suatu proses yang tidak sama atau berubah dalam suatu interaksi antar hubungan individu satu dengan yang lain atau kelompok yang saling berinteraksi dan terikat oleh sebuah adat, identitas pada masyarakat , serta menyangkut struktur sosial atau pola nilai dan norma. Seperti yang terjadi pada eks lokalisasi Gandul dimana setelah resmi dilakukan penutupan tentunya ada hal yang membawa perubahan pada mastyarakat eks lokalisasi Gandul baik positif maupun negativ. Segala perubahan yang terjadi menimbulkan Resiliensi. Resiliensi sendiri merupakan daya pegas atau daya kenyal yang dimiliki oleh setiap individu dengan tujuan agar mampu bertahan dalam keadaan tertekan dan tersulit sekalipun. Guna beradaptasi dan mampu untuk mempertahankan eksistensinya pasca penutupan lokalisasi memang dibutuhkan resiliensi. Resiliensi tersebut erat kaitannya dengan kemampuan individu untuk bangkit kembali dari pengalaman negatif yang menggambarkan kualitas dari individu yang merupakan hasil dari pengalaman negatif yang menggambarkan kualitas dari individu yang merupakan hasil pembelajaran dan pengalaman.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Subjects: Patologi Sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Putri Wulan Ayu Cahyani
Date Deposited: 16 Jan 2020 08:22
Last Modified: 16 Jan 2020 08:23
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39026

Actions (login required)

View Item
View Item