Yuwana, Moch. Nizar Arif (2015) HUKUMAN PENGEMUDI DIBAWAH UMUR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (14MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (221kB) | Preview
Daftar isi.pdf
Download (212kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (625kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (492kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (801kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (642kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (270kB) | Preview
Daftar pustaka.pdf
Download (366kB) | Preview
Abstract
Skripsi yang berjudul “Hukuman Pengemudi dibawah Umur Dalam Undag-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Prespektif Hukum Pidana Islam”.MerupakanhasilkajianteoritisterhadapUndang-UndangNomor22Tahun 2009TentangLalu Lintas dan Angkutan Jalan, banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya suatu peristiwa kecelakaan lalu lintas, salah satunya adalah faktor manusia (pengemudi). Dewasa ini, banyak sekali pengemudi yang usianya masih dibawah umur mengemudikan kendaraan bermotor dari situlah banyak peristiwa kecelakaan yang dialami anak dibawah umur.
Penelitian ini, menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunkan pola pokir deduktif yaitu data –data yang diperoleh secara umum kemudian dianalisis secara khusus.
Setelah dilakukan penelitian secara komprehensif, maka banyak sekali pengemudi dibawah umur ini mengalami kecelakaan karena kurang tepatnya pengambilan keputusan dalam berkendara (labil), kurang memahami arti dari rambu-rambu lalu lintas dan tidak mengetaui syarat dan ketentuan apa yang harus dipenuhi dalam berkendara. Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 281 menyatakan “setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dijalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 77 ayat 1 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah)”. Dalam Hukum Islam tidak menjelaskan hal tersebut dengan jelas namun ada satu teori yang mana teori tersebut bisa disamakan dengan dampak apabila anak dibawah umur tersebut tidak memenuhi syarat dan ketentuanya, teori itu adalah ta‟zir yang mengedepankan aspek kemaslahatan umum. Dari teori inilah bisa menjadikan acuan bagi kita untuk bisa mengerti lagi tentang hukuman dalam Islam yang tidak ada dalam Al-Qur‟an dan Al-Hadits.
Sejalan dengan kesimpulan diatas, diperlukan peranan lebih jauh untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh anak dibawah umur, diantaranya adalah dengan sosialisasi kesekola, memasukkan pengetahuan lalu lintas kedalam kurikulum sekolah, juga tindakan oleh pihak yang berwenang untuk merazia pengemudi dibawah umur atau yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi. Upaya-upaya dilakukan tersebut tidak akan maksimal tanpa di dukung oleh kepedulian dan kesadaran orang tua, kebanyakan orang tua masih mengabaikan keselamatan anak mereka dengan mudahnya memberikan izin berkendara keapada anaknya, sebenarnya perlu adanya pertimbangan bagi orang tua dalam memberikan izin kepada anak dibawah umur atau yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi untuk berkendara dijalan raya, karena lebih besar resiko yang diderita dari pada manfaat yang didapat
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Priyo Handoko |
| Uncontrolled Keywords: | Hukuman pengemudi dibawah umur; Undang-undang No. 22 tahun 2009; Lalu lintas dan angkutan jalan, Perspektif hokum Islam |
| Subjects: | Hukum Islam Hukum > Hukum Pidana |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Editor : samid library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 22 Jan 2016 07:23 |
| Last Modified: | 22 Jan 2016 07:23 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3866 |
