Interpretasi Ibnu Katsir dan Sayyid Quthb terhadap anjuran wanita menetap di rumah (Studi Komparatif Dalam Qs. Al-Ahzab (33): 33)

Rahmah, Auliaur (2019) Interpretasi Ibnu Katsir dan Sayyid Quthb terhadap anjuran wanita menetap di rumah (Studi Komparatif Dalam Qs. Al-Ahzab (33): 33). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Auliaurrahmah_E03215012.pdf] Text
Auliaurrahmah_E03215012.pdf

Download (6MB)

Abstract

Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah membahas tentang penafsiran Ibnu Katsir dan Sayyid Quthb dalam QS. Al-Ahzab (33): 33. Yaitu membahas tentang anjuran wanita menetap di rumah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang tertulis secara deskriptif, sistematis dan termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (library research), karena sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari berbagai literatur atau dokumen. Adapun metode pendekatan tafsir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan metode tafsir muqaran, karena mengkomparasikan (membandingkan) penafsiran Ibnu Katsir dan Sayyid Quthb atas surat Al-Ahzab (33): 33 tentang anjuran wanita menetap di rumah. Tema ini sangat menarik, memang ketika membahas tentang wanita tidak ada habisnya. Namun penulis mencoba meneliti dengan sudut pandang yang berbeda. Kemudian dihubungjkan dengan kondisi realitas yang ada pada masa sekarang ini. Di era modernitas sepertinya tiada batas dalam pergaulan, banyak kita temukan antara laki-laki dengan perempuan bercampur baur menjadi satu dalam satu perkumpulan. Budaya malu dan menjaga harga diri sepertinya sudah mulai surut terutama pada kaum perempuan. Di masyarakat banyak kita temui para wanita keluar rumah tanpa menjaga aurat. Inilah yang sangat di sayangkan pada era saat ini. Kemajuan teknologi berkembang pesat, namun prilaku dan tradisi di luar syari’at Islam semakin menurun. Ibnu Katsir dan Sayyid Qutbh menjelaskann tafsirnya dalam surat Al-Azhab 33 manganjurkan kepada wanita untuk lebih baik berdiam diri rumah, boleh keluar rumah dengan alasan tertentu dan wajib menjaga syari’at Islam yang telah ditentukan. Seperti halnya cara berpakaian, berbicara, dan bersikap. Semua ini dilakukan demi keamanan dan kemaslahatan wanita dalam kehidupan sehari-hari. Dari penjelasan yang ada penulis dapat menilai bahwa ada perbedaan antara penafsiran ibnu katsir dan sayyid qutb. Ibnu katsir terkenal dengan sosok mufassir yang keras dan radikal. Menurut Ibnu katsir wanita boleh keluar rumah hanya ketika ada hajat syar’i seperti sholat berjamaah di masjid. Sedangkan sayyid qutb masih memiliki rasa toleransi. Wanita boleh melakukan aktifitas diluar rumah ketika ada kepentingan darurat seperti misal seorang janda yang harus bekerja demi menafkahi anak dan keluarganya karena di tinggal suami meninggal dunia. tentu keduanya memiliki tujuan dan manfaat teretentu demi kemaslahatan bersama.
Kata kunci: penafsiran, Ibnu Katsir, Sayyid Qutbb, Al-ahzab ayat 33.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Auliaur Rahmah Rahmah
Date Deposited: 02 Jan 2020 03:53
Last Modified: 02 Jan 2020 03:53
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/36620

Actions (login required)

View Item
View Item