Terapi Spiritual Emotion Freedom Technique (Seft) untuk menangani Kecemasan pada seorang mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya

Jusri, Jusri (2019) Terapi Spiritual Emotion Freedom Technique (Seft) untuk menangani Kecemasan pada seorang mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Jusri_B53215049.pdf] Text
Jusri_B53215049.pdf

Download (2MB)

Abstract

Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) dalam Mengatasisikap kecamasan (Studi Kasus pada Seorang mahasiswi uinsa yang memiliki kebiasaan cemas kepada temen karena terauma kejadian di masalalu, di Surabaya)
Permasalahan yang diteliti oleh peneliti ini ada dua, yaitu: 1) Bagaimana proses terapi SEFT dalam mengatasi gangguan kebiasaan merasa cemas pada orang? 2) Bagaimana hasil dari proses pelaksanaan terapi SEFT dalam mengatasi kebiasaan cemas pada setiap orang di Surabaya? . Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus, dan analisis data deskriptif komparatif. Peneliti melakukan wawancara, mengamati dan mempelajari secara mendalam dan menyeluruh terhadap kebiasaan perilaku kecemasan pada seorang mhasiswi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses terapi SEFT dan hasil akhir dari pelaksanaan terapi SEFT dalam mengatasi gangguan kecemasan seorang mahasiswi kepada setiap orang. Adapun untuk mengetahui hasil akhir dari pemberian terapi SEFT, peneliti membandingkan antara teori dengan pelaksanaan terapi SEFT di lapangan yaitu, dengan mengamati dan membandingkan kondisi konseli sebelum dan sesudah dilkuakannya terapi SEFT. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) dalam mengatasi kecemasan seorang mahasiswi. Di tahap ini memiliki langkah-langkah yang sama dalam melakukan proses konseling pada umumya, hanya saja yang berbeda adalah pada saat pemberian treatment oleh konselor kepada konseli. Dalam proses terapi ini juga dapat diketahui kelebihan dan kekurangan yang ditimbulkan. Terapi SEFT juga menunjukkan bahwa terapi ini memiliki pengaruh terhadap kebiasaan berfikiran negatif. Maka untuk memperkuat keberhasilan proses terapi tersebut, peneliti menggunakan pedoman persentase perubahan prilaku dengan kriteria ≤ 50% = Kurang Berhasil; 50% - 75% = Cukup Berhasil; 75% - 100% = Berhasil. Analisis hasil akhir dari pelaksanaan terapi tersebut membuktikan bahwa 2 dari 5 perilaku kebiasaan buruk yang di timbulkan oleh keseringan berfikiran negative yang dilakukan konseli dapat di atasi. Sehingga terapi SEFT dalam mengatasi kebiasaan buruk berfikiran negatif dapat dikatakan cukup berhasil dengan persentase 80%.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: terapi SEFT; kecemasan; kurang mendapatkan perlakuan baik;
Subjects: Bimbingan Konseling
Psikologi > Kecemasan
Terapi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Jusri Jusri
Date Deposited: 12 Aug 2019 03:18
Last Modified: 12 Aug 2019 03:18
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/34533

Actions (login required)

View Item
View Item