Abidin, Achmad zainul (2015) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PEMERATAAN HARTA WARISAN YANG BERLAKU DI DESA BALONGWONO TROWULAN MOJOKERTO. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (4MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (133kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (137kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (306kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (357kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (182kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (242kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (131kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (140kB) | Preview
Abstract
Skripsi yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sistem
Pemerataan Harta Warisan Yang Berlaku Di Desa Balongwono Trowulan Mojokerto.” ini merupakan hasil penelitian lapangan yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang Bagaimana sistem pemerataan harta warisan yang berlaku di Desa Balongwono Trowulan Mojokerto? dan Bagaimana tinjauan
hukum Islam terhadap sistem pemerataan harta warisan yang berlaku di Desa Balongwono Trowulan Mojokerto?
Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analisis, yaitu suatu metode yang menggambarkan dan menafsirkan data yang telah terkumpul dengaan menggunakan pola pikir deduktif.
Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pembagian harta warisan di Desa Balongwono menggunakan sistem pemerataan yang mana antara laki-laki dan wanita dalam pembagian warisan disamaratakan dengan cara musyawarah. Dalam praktek pembagiannya para ahli waris mengundang tokoh masyarakat,
kepala Desa dan kasun demi kelangsungan musyawarah. Hal tersebut tidak lepas dari dasar emansipasi wanita dan kemaslahatan bersama. Dengan adanya sistem pemerataan harta warisan ini maka kesejahteraan masyarakat Desa Balongwono
tercapai dengan dasar adanya keridhoan antara ahli waris. Hasil penelitian yang diperoleh menjelaskan bahwa, di dalam al-Qur’an sudah sangat jelas bahwa besar bagian antara laki-laki dan wanita adalah 2:1 tetapi ditinjau dari pelaksanaanya dalam pembagian warisan di Desa Balongwono menggunakan musyawarah dan Islam memperbolehkan adanya musyawarah meskipun didalam al-Qur’an tidak menjelaskan musyawarah dalam hal warisan, dalam ushul fiqh juga menyebutkan adanya maslahah mursalah yaitu demi kemaslahatan bersama dan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 183 membuka kemungkinan pembagian warisan menggunakan jalur perdamaian (kekeluargaan) dan diperbolehkan. Dari hasil penelitian diatas maka hendaknya memikirkan kemaslahatan dan kesejahteraan dalam pembagian warisan agar tidak menimbulkan kerusuhankarena, masalah waris adalah masalah muamalah yang bisa diselesaikan dengan kekeluargaan
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Suis |
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam; Pemerataan harta warisan |
| Subjects: | Ahli Waris Hukum Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Users 283 not found. |
| Date Deposited: | 15 Jan 2016 04:03 |
| Last Modified: | 19 Jan 2016 05:01 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3365 |
