Salafudin, Moch (2015) ANALISIS MASLAHAH MURSALAH TERHADAP TRADISI MIYANG DI DESA WERU KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (8MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (209kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (224kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (401kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (613kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (315kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (357kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (213kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (243kB) | Preview
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, jadi cara pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, telaah dokumen dan studi kepustakaan, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis, dengan pola pikir induktif untuk mengemukakan fakta-fakta yang terjadi di lapangan tentang praktek tradisi miyang secara khusus, kemudian dianalisis secara umum menggunakan konsep mas}lah}ah mursalah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama sistem kerja sama bagi hasil miyang termasuk kategori akad mud}a>rabah, jika mendapat keuntungan bagi hasil di atas Rp. 300.000,00, sistem tersebut sudah jelas pembagiannya, apakah setengah, sepertiga atau seperempat. Sebaliknya, jika hanya mendapatkan hasil Rp. 300.000,00 atau di bawahnya, maka tidak ada pembagian keuntungan, akan tetapi menggunakan konsep ija>rah (upah), Maka dalam hal ini, tidak sesuai dengan konsep ija>rah (upah) dalam Islam karena upah dalam sistem ini belum ada kejelasannya. Kedua, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Tradisi kerja sama bagi hasil miyang di Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sangat bermanfaat khususnya dalam mencukupi kebutuhan perekonomian masyarakat karena sistem ini sudah memenuhi syarat-syarat mas}lah}ah mursalah yakni masuk akal dan relevan, d{aru>riyyat dan menghilangkan kesulitan, sesuai dengan konsep maqa>s}id syari’ah dan tidak bertentangan dengan dalil syara. Namun dalam hal ini, dikatakan maslahah jika menggunakan sistem mud}a>rabah murni dan tidak dianggap sebagai sebuah kemaslahatan jika menggunakan sistem mud}a>rabah dan ija>rah.Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka disarankan: Pertama bagi pihak yang bersangkutan agar merubah sistem kerja sama bagi hasil miyang karena ada peluang ketidakadilan bagi buruh nelayan yakni menggunakan sistem mud}a>rabah murni dengan mengkhususkan keuntungan sendiri untuk perahu sebagaimana solar. Jadi setelah dikurangi biaya perahu dan solar lantas kemudian sisanya di bagi pihak yang berakad. Kedua, bagi masyarakat Desa Weru Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan agar tetap menjaga keberlangsungan tradisi kerja sama bagi hasil miyang yang sangat berguna untuk perekonomian mereka serta mengembangkannya dengan kegiatan produktif lainnya.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Suqiyah Musyafa'ah |
| Uncontrolled Keywords: | Maslahah Mursalah |
| Subjects: | Kebudayaan Masyarakat Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Editor : Aries Hamidah------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 22 Dec 2015 07:46 |
| Last Modified: | 22 Dec 2015 07:46 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3005 |
