Rochmah, Dewi (2015) PEREMPUAN YANG TERBELENGGU : RISET PENDAMPINGAN PEREMPUAN KORBAN NIKAH SIRRI DI DESA KALISAT KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PASURUAN. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (4MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (201kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (295kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (472kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (717kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (447kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (334kB) | Preview
Bab 6.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 7.pdf
Download (550kB) | Preview
Bab 8.pdf
Download (2MB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (453kB) | Preview
Abstract
Skripsi ini membahas tentang pendampingan perempuan korban nikah sirri di Desa Kalisat. Dalam praktek nikah sirri ini perempuan Desa Kalisat mengalami ketidakberdayaan. Hal ini disebabkan perempuan masih terbelenggu dengan adanya pemikiran tradisional (takut dibilang perawan tua). Selain itu adanya latar belakang perekonomian keluarga yang rendah dan akibat perceraian, serta adanya pihak-pihak yang berperan aktif dan bepengaruh terhadap jalannya proses nikah sirri. Pihak tersebut antara lain calo,wali perempuan dan kyai. Perempuan korban nikah sirri juga masih mematuhi apa yang menjadi keinginan dan perintah dari orang tua. Apabila tidak mengikuti perintah orang tua maka perempuan tersebut akan dianggap durhaka (kualat) kepada orang tua. Hal ini yang dapat memicu motivasi perempuan korban nikah sirri melakukan praktek nikah sirri. Sehingga perempuan korban nikah sirri tidak memiliki kekuatan atas dirinya. Untuk itu perlu adanya pendampingan dalam membebaskan perempuan dari belenggu praktek nikah sirri yang menjadi fokus pendampingan yang dilakukan. Berangkat dari realitas problematika salah satu metode pendampingan yang digunakan dalam pendampingan perempuan korban nikah sirri adalah metode PAR. Metode ini terdapat beberapa langkah PAR, mulai dari inkulturasi dengan masyarakat Desa Kalisat, identifikasi masalah dengan pihak-pihak terkait, mengorganisir perempuan, merencanakan aksi perubahan hingga proses penyadaran permasalahan dalam forum group discussion (FGD). Aksi yang dilakukan dengan cara merubah pola pikir perempuan korban nikah sirri dengan kegiatan belajar bersama dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar pembelajaran andragogi, experiential learning dan kesadaran kritis. Aksi ini dilakukan dengan harapan agar muncul kesadaran terhadap dampak negatif praktek nikah sirri bagi kehidupannya. Maka dari itu dibutuhkan kerjasama yang kuat antara pendamping sebagai fasilitator dengan perempuan korban nikah sirri yang dibantu oleh local leader (pemimpin lokal) di Desa Kalisat. Sehingga selanjutnya dari kegiatan ini tetap berkelanjutan ketika pendamping selesai melakukan pendampingan. Dari hasil kegiatan tersebut, tampak adanya sebuah perubahan pada perempuan korban nikah sirri, dimana perempuan mulai menyadari bahwa praktek nikah sirri dapat merugikan dirinya dan anaknya. Kesadaran tersebut diperkuat dengan munculnya komitmen untuk melindungi anak-anak mereka dari praktek nikah sirri. Maka dari itu proses pendampingan ini masih belum selesai diharapkan dapat berlanjut seterusnya.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Moh. Anshori |
| Uncontrolled Keywords: | Nikah Sirri; Pendampingan; Masyarakat Islam |
| Subjects: | Masyarakat Islam Wanita dalam Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 22 Dec 2015 04:57 |
| Last Modified: | 22 Dec 2015 04:57 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3000 |
