Wetu Telu dalam perspektif Ulama Lombok (Studi Pemahaman Salat dalam Alquran Surat Al-Isra’ [17]: 78)

Kusumawardana, M. Ardi (2019) Wetu Telu dalam perspektif Ulama Lombok (Studi Pemahaman Salat dalam Alquran Surat Al-Isra’ [17]: 78). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of M. Ardi Kusumawardana_E93215120.pdf] Text
M. Ardi Kusumawardana_E93215120.pdf

Download (3MB)

Abstract

Praktik keagaman yang ada di pedalaman sebagian suku sasak khususnya pulau Lombok, tepatnya di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara mengenai terlaksananya salat wajib dalam komunitas Wetu Telu masih ada hingga saat ini. Wetu Telu adalah praktik unik sebagian masyarakat suku sasak yang mendiami pulau Lombok dalam menjalankan agama Islam. Ditengarai bahwa praktik unik tersebut terjadi karena para penyebar Islam pada masa lampau yang berusaha mengenalkan Islam ke masyarakat sasak pada waktu itu secara bertahap Kemudian ia meninggalkan pulau Lombok dalam keadaan ajaran Islam yang kurang sempurna. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan lebih dalam fenomena Wetu Telu yang terjadi di pulau Lombok dan juga mendiskripsikan secara mendalam terkait sumber aplikasi keagamaan terutama dalam hal salat Wetu Telu. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya berbentuk dokumentasi seperti wawancara, observasi, dan literasi-literasi yang ada. Penelitian observasi bertujuan untuk mengkaji secara sistematis terhadap pemikiran/gagasan seorang pemikir. Dari generasi-generasi muda sudah banyak yang beralih ke salat Waktu Lima sebagaimana yang dilakukan umat Muslim pada umumnya, sedangkan dari generasi-generasi tua ada juga yang tidak bisa lepas dari itu karena masih kuatnya tradisi dan amanah mereka yang tidak lepas dari nenek moyang. Salat Wetu Telu merupakan praktek salat yang dilakukan tiga waktu dalam sehari. Salat yang dilakukan oleh penganut Wetu Telu, yakni salat maghrib, isya, dan subuh. Dalam hal ini, peneliti menemukan adanya penafsiran ayat Alquran 17:78 yang berhubungan dengan salat tiga waktu. Dua salat yang ditinggalkan itu tidak dilakukan karena tidak diajarkan oleh para pendakwah yang datang ke Desa Bayan. Maka dari itu, di sinilah para ulama Lombok menyimpulkan bahwa terdapat kesalahan dalam peristiwa ini dan perlu diluruskan kemabali menanggapi dan meluruskan peristiwa yang ada di pulau Lombok khususnya Desa Bayan.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Wetu Telu; Ulama Lombok; Lombok; Nusa Tenggara Barat
Subjects: Islam > Islam, Aliran dan Sekte
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tradisi Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Kusumawardana M. Ardi
Date Deposited: 18 Feb 2019 06:53
Last Modified: 18 Feb 2019 06:53
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29986

Actions (login required)

View Item
View Item