Sari, Ensan Artha Rusmaya (2014) HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KONDISI LINGKUNGAN KERJA DAN PERSEPSI BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (345kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (145kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (171kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (285kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (343kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (361kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (281kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (218kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (199kB) | Preview
Abstract
Dalam bekerja, karyawan tidak bisa lepas dari kondisi lingkungan kerjanya. Salah satu faktor munculnya burnout adalah kondisi lingkungan kerja yang kurang baik. Ketidak sesuaian apa yang diharapkan karyawan dengan yang diberikan oleh perusahaan, seperti persaingan antara rekan kerja, kurangnya dukungan dari atasan, merupakan suatu kondisi lingkungan kerja psikologis yang dapat mempengaruhi munculnya burnout.
Pada dasarnya Burnout dapat terjadi pada semua orang, khususnya karyawan pria dan wanita. Hal tersebut terjadi karena setiap manusia tentu mengalami tekanan-tekanan yang diperoleh dalam kehidupan, khususnya dalam menjalani pekerjaan. Korban burnout merasa bahwa kehidupan dan pekerjaannya telah kehilangan arti. Apa yang dahulunya menggairahkan dan menantang sekarang menjadi membosankan. Hari kerja seakan urusan yang menyakitkan dan membuat frustasi. Terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terlalu banyak gangguan yang tidak perlu yang harus ditahan, terlalu banyak masalah sepele yang harus diperhatikan dan tidak ada penghargaan yang dapat dibanggakan pada akhir hari kerja. Banyak orang yang menjadi korban burnout menjadi pengawas jam yang kronis, “santai”, menghindari tanggung jawab atau orang yang sering mangkir atau mereka pergi kerja dengan cara seperti robot.
Metode yang digunakan dalam penelitihan ini adalah metode penelitihan Kuantitatif berjenis korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan burnout, dan beban kerja dengan burnout. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kondisi lingkungan kerja dan beban kerja, sedangkan burnout merupakan variabel dependen. Jenis penelitihan yang digunakan dalam penelitihan ini yaitu korelasional yang dimaksudkan untuk mengukur tingkat kedekatan hubungan antara variabel satu dengan variabel lain.
Subjek dalam penelitihan ini berjumlah 57 orang yang diambil dengan menggunakan teknik Probabulistic dikarenakan jumlah populasi yang tidak terlalu banyak, sehingga memungkinkan melakukan penelitihan pada seluruh populasi. Penelitihan ini menggunakan instrumen yang berupa skala psikologi dan teknik analisis data menggunakan Regresi Berganda dengan bantuan SPSS.
Berdasarkan hasil uji analisis Regresi Berganda dengan bantuan program SPSS diperoeh nilai koefisien korelasi sebesar 0.2 94 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,013, karena nilai signifikasinya < 0,05 maka hipotesis nol ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa pada H-1 terdapat hubungan antara kondisi lingkungan kerja dengan burnout pada karyawan.
Sedangkan pada hipotesis H-2 diperoeh nilai koefisien korelasi sebesar 0,160 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,117, karena nilai signifikasinya > 0,05 maka hipotesis nol diterima, maka dapat disimpulkan bahwa pada H-2 tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan burnout pada karyawan.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Hamim Rosyidi |
| Uncontrolled Keywords: | Kondisi Lingkungan Kerja; Beban Kerja; Burnout |
| Subjects: | Etos Kerja Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Psikologi |
| Depositing User: | Users 32 not found. |
| Date Deposited: | 05 Feb 2015 08:51 |
| Last Modified: | 05 Feb 2015 08:51 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/299 |
