Dewi, Dwi Ratna Cinthya (2015) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP DITOLAKNYA GUGATAN PENETAPAN AHLI WARIS SEBAB ANAK PEREMPUAN DAPAT MENGHIJAB SAUDARA KANDUNG AYAH (Putusan No. 1685/Pdt.G/2013/PA.Sby). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (654kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (133kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (144kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (294kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (297kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (218kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (278kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (168kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (129kB) | Preview
Abstract
Skripsi ini adalah hasil penelitian untuk menjawab rumusan masalah yang akan dicari penyelesaiannya dalam penulisan skripsi ini terkait masalah diatas ada 2 (dua), yaitu : Bagaimana dasar pertimbangan hukum putusan Pengadilan Agama Surabaya dalam memutus perkara gugat waris Nomor 1685/Pdt.G/2013/PA.Sby dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap putusan hakim Pengadilan Agama Surabaya Nomor 1685/Pdt.G/2013/PA.Sby terhadap ditolaknya gugatan penetapan ahli waris sebab anak perempuan dapat menghijab saudara kandung ayah.
Dari rumusan masalah diatas penulis menggunakan metode diskriptif Analitik. Metode ini digunakan untuk menggambarkan atau mendiskripsikan secara jelas kasus tentang ditolaknya gugatan penetapan ahli waris sebab anak perempuan dapat menghijab saudara kandung ayah dan pertimbangan hakim. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pola pikir deduktif yaitu diawali dengan menggunakan teori umum gugatan perakara waris kemudian teori tersebut digunakan sebagai alat untuk menganalisis putusan hakim Pengadilan Agama Surabaya Nomor 1685/Pdt.G/2013/PA.Sby terhadap ditolaknya gugatan penetapan ahli waris sebab anak perempuan dapat menghijab saudara kandung ayah, lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.
Hasil Penelitian yang penyusun lakukan dapat diketahui pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara ini adalah bahwa majelis hakim dalam memutuskan perkara ini adalah benar adanya karena mempertimbangkan bahwa anak perempuan bisa menghijab saudara kandung, dan telah sesuai dengan Kompilasi hukum Islam dan Yurisprudensi Mahkamah Agung R.I No. 86K/AG/1994. Hukum Islam memaparkan bahwa ada banyak pendapat mengenai kata walad di dalam surah Annisa ayat 176, salah satu pendapat Ibnu Abbas yang dijadikan dasaran hukum oleh Pengadilan Agama Surabaya dalam putusan nomor: 1685/Pdt.G/2013/PA.Sby. Jadi kata walad diartikan anak laki-laki dan juga anak perempuan, dari hal ini maka jelas bahwa anak perempuan dapat menghijab saudara kandung dari ayah dan dalam putusan hakim tentang anak perempuan dapat menghijab saudara kandung pewaris ini selaras dengan ketentuan hukum Islam dan ketentuan undang-undang yang berlaku, sehingga putusan tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap.
Sejalan dengan kesimpulan di atas, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan kontribusi pemikiran dalam mengkaji masalah kewarisan, serta tambahan kajian untuk pihak yang berkompeten dalam mengkaji ulang terhadap hukum Islam terlebih lagi bagi para pakar hukum di pengadilan agama.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ahli waris; Anak Perempuan; |
| Subjects: | Hukum Islam > Waris Hukum > Hukum Perdata Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Mr. Hanafi |
| Date Deposited: | 22 Jan 2016 08:54 |
| Last Modified: | 22 Jan 2016 08:54 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2942 |
