GERAKAN SOSIAL PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG PENANGGUNGAN DESA TAMIAJENG, KECAMATAN TRAWAS, KABUPATEN MOJOKERTO

Lauhil Mahfud, Muhammad (2015) GERAKAN SOSIAL PEMBANGUNAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG PENANGGUNGAN DESA TAMIAJENG, KECAMATAN TRAWAS, KABUPATEN MOJOKERTO. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (793kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (114kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (120kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (338kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (216kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (347kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (119kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (120kB) | Preview

Abstract

Untuk penulisan skripsi ini permasalahan utama yang diangkat adalah mengenai adanya sebuah gerakan sosial yang dilakukan oleh sekelompok manusia atau individu yang melakukan sebuah gerakan penolakan atas sebuah rencana pembangunan di jalur pendakian gunung Penangungan yang melalui pos pelawangan di desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Lebih lanjut lagi dalam permasalahan ini, mereka yang tergabung dalam sebuah gerakan yang bernama Save Pawitra tidak hanya melakukan gerakan menolak akan tetapi juga melakukan penyelamatan kelestarian lingkungan di sekitar gunung Penanggungan itu sendiri.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi karena terkait langsung dengan gejala-gejala yang muncul di sekitar lingkungan manusia terorganisasir dalam satuan struktur yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan juga menggunakan metode penelitian kualitatif yang berupa gambaran-gambaran, kata-kata, dan bukan merupakan angka-angka dan untuk teorinya sendiri menggunakan teori gerakan sosial dari Tarrow karena gerakan sosial Tarrow diartikan sebagai perlawanan politik dari masyarakat yang terhimpun kepada pemegang kekuasaan dan arus sosial dari Emile Durkheim yang artinya gerakan timbul akibat adanya perasaan yang sama
Dari hasil penggalian data di lapangan yang dilakukan selama kurang lebih tiga minggu ini, ditemukan fakta bahwa: (1) gerakan penyelamatan lingkungan di sekitar gunung Penanggungan sebenarnya telah ada sejak dari dulu karena sekitar tahun 1998 terjadi peristiwa illegal logging yang menyebabkan terjadinya kerusakan alam disekitarnya, agar kerusakan tidak semakin parah apalagi pemuda sekitar juga tidak ingin gunung Penanggungan bernasib seperti di gunung Gede Pangrango yang dinobatkan sebagai gunung terkumuh se Jawa (2) rencana pembangunan di jalur pendakian tersebut ternyata adalah rencana atau ide pribadi dari bupati itu sendiri setelah bupati dengan beberapa stafnya yang berada di bawahnya melakukan pendakian sampai puncak bayangan, bukan hanya itu saja, berdasarkan informasi yang didapatkan bupati semacam memiliki kepentingan pribadi dengan adanya rencana pembangunan gunung tersebut sehingga bupati pun sangat berniat membangun gunung Penanggungan menjadi tempat wisata seperti di Bromo meskipun ada SK Gubernur Jawa Timur yang menyatakan bahwa gunung Penanggungan adalah cagar budaya dan tidak boleh ada pembangunan di sana. (3) Selain melakukan penolakan, Save Pawitra ini juga melakukan gerakan yang bertujuan agar kelestarian alam disekitar gunung Penanggungan tetap terjaga, seperti melakukan reboisasi, pembersihan sampah,dll.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Gerakan Sosial; Pembangunan; Pelestarian Lingkungan
Subjects: Sosiologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Mr. Hanafi
Date Deposited: 22 Jan 2016 07:44
Last Modified: 22 Jan 2016 07:44
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2932

Actions (login required)

View Item
View Item