Miftakurrohmah, Ulfa (2015) NILAI-NILAI ISLAM DALAM UPACARA NYADRAN DI SUMUR PUNDEN DESA SUMBERWANGI KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (4MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (184kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (149kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (284kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (273kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (307kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (294kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (206kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (133kB) | Preview
Abstract
Skripsi ini berjudul “Nilai-nilai Islam dalam Upacara Nyadran di Sumur Punden Desa Sumberwangi Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Adapunfokus penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam skripsi ini adalah, 1. Bagaimana gambaran umum desa Sumberwangi 2. Bagaimana prosesi upacara Nyadran di Sumur Punden Desa Sumberwangi 3. Bagaimana Nilai Islam dalam Upacara Nyadran di Sumur Punden Desa Sumberwangi.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan antropologi sosial agama mengingat antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Sedangkan Antropologi sosial agama memandang agama sebagai fenomena kultural dalam pengungkapannya yang beragam, khususnya tentang kebiasaan masyarakat. Skripsi ini menggunakan metode etnografi dikarenakan peneliti secara langsung ikut menjadi bagian dalam pelaksanaan budaya untuk mengumpulkan data, untuk mengetahui budaya atautradisi yang ada masa kini. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori fungsionalisme struktural yang dikemukakan oleh A.R.Radcliffe.
Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Desa Sumberwangi terletak di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Secara geografis Desa Sumberwangi terletak pada posisi 7˚ Lintang Selatan dan 112˚Bujur Timur.. Desa Sumberwangi ini terdiri dari dua dusun, yaitu Dusun Turasan dan Dusun Pohtangi. Jarak tempuh Desa Sumberwangi ke Kecamatan adalah 1 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit. Sedangkan jarak tempuh ke Ibu Kota Kabupaten sekitar 25 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 40 menit. Dalam Prosesi upacara Nyadran menggunakan peralatan atau benda, berupa sesaji diantaranya yaitu, bunga tujuh rupa, kemenyan, merang atau dahan padi, tumpeng dan encek. Perlengkapan sesaji seperti itu merupakan sisa-sisa kepercayaan animisme dan dinamisme.Menurut kepercayaan masyarakat budaya islam yang nampak dalam upacara ini yaitu adanya doa-doa Islami, berdoa kepada Allah, dzikir, bertahli, serta berkumpul dengan masyarakat bertujuan meningkatkan tali silaturrahim antar masyarakat
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Nur Rokhim |
| Uncontrolled Keywords: | Nilai Islam; Upacara; Nyadran; Sumur; Punden; Budaya; Adat |
| Subjects: | Kebudayaan Sejarah |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam |
| Depositing User: | Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 05 Nov 2015 07:10 |
| Last Modified: | 05 Nov 2015 07:10 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2609 |
