Sari, Nur Masitha (2018) Tadlis dalam perspektif Muhammad Nasir al-Din al-Albani dan Nur al-Din 'Itr: studi komparasi. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Nur Masitha Sari_F020815171.pdf
Download (17MB) | Preview
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pemikiran ulama terhadap konsep tadlis yang menyebabkan perbedaan pula dalam menilai derajat sebuah hadis, terutama hadis mudallas. Di antara ulama hadis kontemporer yang saling berseberangan dalam memandang tadlis ialah Muhammad Nasir al-Din al-Albani dan Nur al-Din ‘Itr. Untuk meneliti permasalahan ini dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana tadlis menurut Muhammad Nasir al-Din al-Albani dan Nur al-Din ‘Itr (2) Apa saja persamaan dan perbedaan konsep tadlis menurut kedua ulama tersebut dan (3) Apa implikasi dari perbedaan perspektif tersebut. Untuk membedah rumusan masalah di atas, penulis melakukan penelitian kualitatif dalam bentuk studi pustaka dan melalui metode analisis isi dan analisis komparatif dihasilkan temuan beberapa persamaan dan perbedaan perspektif al-Albani dan Nur al-Din ‘Itr mengenai tadlis. di antaranya ialah (1) keduanya sama-sama mencela tadlis dan menilai tadlis taswiyah merupakan tadlis yang paling buruk. (2) Mereka senada dalam mendefinisikan tadlis shuyukh dan tadlis taswiyah (3) hukum hadis mudallas dengan kategori jenis tadlis isnad menurut al-Albani sama dengan pendapat Nur al-Din ‘Itr. (4) Keduanya berbeda dalam mengklasifikasikan tadlis dan mendefinisikan tadlis isnad (5) Nur al-Din ‘Itr menjadikan metode Imam Bukhari dan Muslim sebagai pedoman dalam menentukan konsep tadlis sementara al-Albani tidak demikian. (6) al-Albani menganggap tadlis dapat membuat ‘adalah rawi menjadi cacat, sedangkan Nur al-Di ‘Itr sebaliknya. Adapun temuan yang merupakan implikasi dari perbedaan perspektif kedua ulama tersebut adalah (1) Klaim al-Albani bahwa tadlis dapat membuat cacat ‘adalah seorang rawi dapat melemahkan derajat sebuah hadis hanya lantaran terdapat mudallis dalam sanad. (2) Klasifikasi versi Nur al-Din ‘itr yang memasukkan tadlis taswiyah sebagai bagian dari tadlis isnad membuat status hukum tadlis taswiyah serupa dengan tadlis isnad. dan (3) al-Albani menyalahi ijma‘ ulama dengan tidak menjadikan metode Imam Bukhari dan Muslim sebagai acuan dalam menentukan konsep tadlis. Di akhir pembahasan, penulis menyampaikan saran agar penelitian hadis dilakukan secara komprehensif dan tidak terburu-buru. Selain itu, hendaknya tidak terlebih dahulu sentimen terhadap status mudallis seorang rawi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tadlis; Mudallis; lambang periwayatan; al-Albani; Nur al-Din ‘Itr |
| Subjects: | Pemikiran Hadis Ilmu murni |
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Sari Nur Masitha |
| Date Deposited: | 27 Jul 2018 03:17 |
| Last Modified: | 27 Jul 2018 03:17 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/25566 |
