Suprianto, Hendrik (2009) Analisis hukum Islam terhadap alasan-alasan izin poligami di Pengadilan Agama Pasuruan: studi putusan-putusan hakim di Pengadilan Agama Pasuruan Tahun 2007. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Hendrik Suprianto_C01303034.pdf
Download (2MB) | Preview
Abstract
Skripsi ini adalah basil dari penelitian lapangan (field research). Penelitian ini hertujuan untuk menjawab pertanyaan: 1.Apa yang menjadi alasan-alasan izin poligami di Pengadilan Agama Pasuruan tahun 2007? 2.Bagaimana analisis Hukum Islam terhadap alasan-alasan izin poligami di Pengadilan Agama Pasuruan tahun 2007? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Studi Dokumenter dan interview. Selanjutnya dianalisis dengan teknik kualitatif mengunakan metode Analitik-Deduktif. Dan kcsimpulan basil penelitian digunakan. pola herfikir Deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan hahwa Pemohon mengajukan izin poligami dengan lima alasan diantaranya adalah: 1.Karena isteri tidak dapat menjalankan kewajihannya sehagai seorang isteri, isteri mendapat cacat hadan atau penyakit yang tidak dapat disemhuhkan, isteri tidak dapat melahirkan anak (isteri sakit). 2.Karena isteri sering merasa kelelahan sehingga kurang dalam menjalankan kewajihannya sehagai isteri, isteri sering tidak mau diajak kumpul tidur oleh Suami. 3.Karena isteri kurang dapat tnemuaskan Suami saat melakukan huhungan suami isteri/badan, dan karena Termohon menyadari kurang mampu melayani Suami, Termohon akhimya menyuruh Suami untuk kawin lagi. 4.Karena isteri mulai kurang dapat melayani Suami dalam herhuhungan hadan (hiologis). 5.Karena isteri sering merasa kelelahan dan setiap diajak kumpul tidur sering tidak mau, kalaupun mau seperti terpaksa sehingga Suami merasa tidak puas, isteri sudah tidak mau mempunyai anak lagi padahal Suami menghendaki anak lagi yakni anak perempuan. Masalah poligami memang menurut hukum Islam herangkat dari masalah kesadaran prinsip Mu'isyarah bil l]Jsan yakni perlakuan haik tcrhadap kcluarga, prinsip musyawarah dan prinsip 'an tari(lin. Jadi, dcngan demikian schaiknya bila ingin menjalani kehidupan poligaminya secara sakinah, hendaklah memusyawarahkan hal itu dengan istri meskipun tentunya hila alasan poligami tersehut secara syar'i. Bahkan dapat pula didorong desakan kondisi kebutuhan darurat dan memenuhi kriteria poligami.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam; izin poligami |
| Subjects: | Hukum Islam Hukum Islam > Perkawinan Poligami |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah |
| Depositing User: | Editor : samid library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 25 Jun 2018 03:13 |
| Last Modified: | 25 Jun 2018 03:13 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/25288 |
