Al muhsinat al lafdhiyah wa al ma’nawiyah fi qashidah al Masa’ al Huzain li Abi al Qasim al Syabi: dirasah balaghiyah badi’iyah - Keindahan lafadz dan makna dalam puisi Senja Yang Kelam karya Abi Qasim al Syabi

Ma'rifah, Heny Nazilatul (2015) Al muhsinat al lafdhiyah wa al ma’nawiyah fi qashidah al Masa’ al Huzain li Abi al Qasim al Syabi: dirasah balaghiyah badi’iyah - Keindahan lafadz dan makna dalam puisi Senja Yang Kelam karya Abi Qasim al Syabi. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (447kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (181kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (233kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (247kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (545kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (235kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (300kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (200kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (224kB) | Preview
[thumbnail of A01211049 Heny Nazilatul Ma'rifah 2015 ok.pdf] Text
A01211049 Heny Nazilatul Ma'rifah 2015 ok.pdf

Download (11MB)

Abstract

Muhassinat Lafdhiyah dan Muhassinat Ma’nawiyah merupakan cabang dari Ilmu Badi’ yang mengkaji tentang keindahan lafadh dan keindahan makna. Keindahan lafadh terbagi menjadi tiga yaitu Jinas, Sajak, dan Iqtibas. Sedangkan keindahan makna terbagi menjadi enam yaitu Tauriyah, Thibaq, Muqobalah, Husnu al-Ta’lil, Ta’kid al-Madh Bima Yusybihi al-Dzam wa ‘Aksahu, Uslub al-Hakim. Ilmu Badi’ merupakan cabang dari salah satu ilmu Balaghah. Dalam bahasan ini penulis menggunakan puisi “Senja yang Kelam” karya Abu Qasim al-Syabi sebagai objek kajian. Puisi ini menjelaskan tentang waktu sore yang sangat sepi seolah-olah manusia tidak ada yang bisa diajak bicara karena mereka semua menjadi benda mati. Inilah senja hari yang diumpamakan umur manusia yang sebentar lagi habis (terpendam) masuk dalam malam hari. Puisi Abu Qasim al-Syabi ini menarik untuk diteliti karena keindahan-keindahan bahasanya yang digunakannya. Selanjutnya keindahan yang bagaimana dan apa saja yang terdapat pada puisi “Senja yang Kelam” karya Abu Qasim al-Syabi baik secara lafadz maupun maknanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yakni prosedur pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis. Adapun tahap penelitian adalah membaca dan memahami konsep-kpnsep atau teori yang berkaitan dengan muhassinat lafdziyah dan muhassinat ma’nawiyah, mengumpulkan data berdasrkan referensi yang berhubungan dengan bahasan peneliti dan menyusun hasil penelitian secara sistematis yang akan disajikan dalam bentuk skripsi. Setelah melakukan pengkajian dalam puisi “Senja yang Kelam” peneliti menemukan beberapa unsur keindahan lafadz seperti Jinas dan Sajak, dan juga keindahan makna seperti Thibaq dan Muqobalah

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Lafadh; makna; puisi; Senja Yang Kelam; Abi Qasim
Subjects: Kesusastraan > Sastra Arab
Sastra
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 28 Oct 2015 07:58
Last Modified: 02 Sep 2025 07:49
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2481

Actions (login required)

View Item
View Item