Suhermanto, Suhermanto (2017) Misi profetik kiai: dialektika politik kiai khos dan kiai kampung dalam perpolitikan nasional. In: Proceeding of the International Cobference on muslim society and thought, 3-4 Oktober 2017, Surabaya – Indonesia.
Suhermanto_Misi profetik kiai.pdf
Download (672kB) | Preview
Abstract
Bagi masyarakat Jawa sendiri, istilah ‘kiai’ digunakan untuk menyebut benda-benda yang dianggap memiliki keistimewaan, yang kemudian dikeramatkan dan dituahkan, seperti keris, tombak, dan benda-benda lain yang diyakini memiliki keistimewaan-keistimewaan tersendiri. Karena itu, istilah kiai yang digunakan untuk menyebut figur seseorang yang ahli dalam bidang keagamaan, sebenarnya berasal dari istilah di mana agama Islam itu muncul, yang merupakan produk lokal Jawa yang kemudian dipakai untuk menyebut nama seorang kiai. Penggunaan istilah ini, menurut hemat penulis, didasari oleh adanya anggapan bahwa kiai adalah seorang figur (yang ahli di bidang keagamaan) yang memiliki keistimewaan dan keahlian tertentu yang jarang dimiliki oleh orang-orang kebanyakan. Misalnya, dalam konteks ke- mampuan ilmu agama dan kemampuan-kemampuan lain yang lazim dimiliki oleh seorang kiai.
| Item Type: | Conference or Workshop Item (Paper) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Politik kiai; dialektika politik; politik nasional |
| Subjects: | Politik Politik > Politik Islam |
| Divisions: | Karya Ilmiah > Prosiding |
| Depositing User: | Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 26 Feb 2018 03:48 |
| Last Modified: | 26 Feb 2018 03:48 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/23613 |
