Hasan, Tutik Mabsuthi (2018) Tradisi pojiyan hodo dalam perspektif filsafat nilai Max Scheler. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Tutik Mabsuthi Hasan_E01213084.pdf
Download (16MB) | Preview
Abstract
Tradisi Pojiyan Hodo adalah upacara meminta hujan dan juga meminta keselamatan dengan menggunakan sebuah alunan musik dan tarian. Masyarakat setempat melakukan tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah membabat hutan di wilayah tersebut untuk dijadikan Pedukuhan Pariopo. Di dalam suatu budaya atau tradisi pasti tidak lepas dari nilai filosofis dan simbol-simbol di dalamnya, seperti yang terdapat dalam tradisi Pojiyan Hodo. Nilai filosofis Hierarki Nilai perspektif Max Scheler yang penulis gunakan dari beberapa pemikirannya. Hasil penelitian dari analisis nilai perspektif Max Scheler yang terkandung dalam tradisi Pojiyan Hodo yaitu, ditemukan nilai kesenangan, masyarakat setempat sangat senang akan tontonan upacara tersebut walaupun berdesak-desakan. Nilai vitalitas, bagaimana mereka melakukan upacara Pojiyan Hodo dengan suka cita walaupun harus bersusah-susah terlebih dahulu. Nilai spritual, dan dalam upacara tersebut memiliki fungsi sebagai bentuk sosial, memiliki fungsi sebagai alat pendidik anak, dan lain sebagainya. Nilai ke empat atau nilai terakhir yaitu nilai kesucian, meskipun di Dukuh Pariopo meminta hujannya tidak menggunakan sholat Istisqo’ pada umumnya, tetapi masyarakat setempat tidak melupakan sang maha pencipta Allah SWT dalam meminta hujannya.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebudayaan; Tradisi; Pojiyan Hodo; Hierarki Nilai Max Scheler |
| Subjects: | Kebudayaan > Kebudayaan Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Hasan Tutik Mabsuthi |
| Date Deposited: | 09 Feb 2018 02:27 |
| Last Modified: | 09 Feb 2018 02:27 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/22462 |
