PENERAPAN KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR : STUDI KASUS SISWA X KELAS VIII B SMP BINA BANGSA SIWALANKERTO SURABAYA

TUL I’ANA, SITI AMALIYA (2015) PENERAPAN KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR : STUDI KASUS SISWA X KELAS VIII B SMP BINA BANGSA SIWALANKERTO SURABAYA. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (965kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (439kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (455kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (811kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (725kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (714kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (900kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (592kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (356kB) | Preview

Abstract

Motivasi belajar merupakan motivasi yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan keseluruhan penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan belajar dalam mencapai satu tujuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling behavioral dengan teknik pemberian reward dan punishment dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Bina Bangsa Siwalankerto Surabaya. Dengan menggunakan
metode penelitian kualitatif single subjek desain. Instrumen pengumpul data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sehingga hasil data dianalisis dengan menggunakan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang diperoleh melalui observasi
dapat dikatakan bahwa siswa kurang adanya motivasi pada dirinya, kurangnya kasih sayang dari orang tua yang membuat anak malas untuk sekolah. Materi pelajaran jarang diperhatikan oleh X karena tidak adanya motivasi belajar, jarang masuk sekolah, sering membuat kelas menjadi gaduh. Dari hasil wawancara dengan orangorang yang bersangkutan,
diperoleh data bahwa siswa mengalami perubahan perilaku
semenjak siswa tinggal bersama orang tuanya dan akibat perlakuan keras dari ayahnya. Dampak yang terjadi disekolah siswa sering tidak masuk sekolah, sering melanggar tata tertib, dan malas untuk belajar adalah hal yang paling utama. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami masalah prestasi belajar dan keaktifan untuk masuk sekolah. Namun setelah dilakukan konseling behavioral dengan teknik
pemberian reward dan punishment siswa menalami perubahan. Siswa lebih rajin untuk sekolah. Diharapkan agar lingkungan siswa agar selalu mengontrol dan memberi perhatian terhadap siswa “X”, untuk menjadikan siswa yang rajin

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Additional Information: Drs. Taufiq Subty,M.Pd.I
Uncontrolled Keywords: Konseling Behavioral; Reward; Punishment
Subjects: Bimbingan Konseling
Motivasi Belajar
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Kependidikan Islam
Depositing User: Users 274 not found.
Date Deposited: 18 Aug 2015 03:37
Last Modified: 18 Aug 2015 03:37
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2191

Actions (login required)

View Item
View Item