ANALISIS FIQH JINAYAH TERHADAP PENAMBAHAN 1/3 HUKUMAN DALAM PASAL 7 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

Safitri, Vera Chatuningtias (2015) ANALISIS FIQH JINAYAH TERHADAP PENAMBAHAN 1/3 HUKUMAN DALAM PASAL 7 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (425kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (352kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (580kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (675kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (356kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (522kB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (203kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (270kB) | Preview

Abstract

Data penelitian dihimpun melalui pencarian dan pengumpulkan data melalui perpustakaan (library research) untuk mendapatkan buku maupun literatur yang relevan dengan pokok bahasan dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penetapan pidana dalam Pasal 7 ayat (1) ini ditambahkan dengan diperberat 1/3 hukuman karena mengandung
unsur trafficking dan ditambah melakukan penganiayaan berat (luka berat), gangguan jiwa berat, penyakit menular lainnya yang membahayakan jiwanya, kehamilan, atau terganggu dan hilangnya fungsi reproduksi korban. Bentuk hukumannya adalah pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun disertai pidana denda paling sedikit Rp. 160.000.000,00 dan paling banyak Rp. 800.000.000,00. Sedangkan dalam fiqh jinayah, penambahan 1/3 hukuman
termasuk dalam teori al-’uqūbāh al-badaliyyah al-takmīliyyah (hukuman pengganti dan pelengkap). Pemidanaan al-’uqūbāh al-badaliyyah al-takmīliyyah
merupakan hukuman tambahan yang mengikuti hukuman pokok setelah dikeluarkannya putusan dari hakim. Hukuman yang termasuk dalam jarīmah ini adalah hukuman badan ditambah hukuman ad-diyatul kāmilah. Dari kajian di atas penulis merekomendasikan agar undang-undang trafficking ditegakkan dengan tepat. Para penegak hukum harus menerapkan hukuman sesuai dengan peraturan dalam undang-undang. Kurangnya pemahaman pengadilan dalam memahami persoalan trafficking mengakibatkan putusanputusan yang dihasilkan menjadi tidak tegas dalam menindak pelaku trafficking. Sehingga terdapat banyak putusan yang penjatuhan pidananya tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang. Pemerintah juga harus bekerja sama dengan negara lain karena trafficking termasuk kejahatan organized transnational crimes (kejahatan lintas negara yang terorganisasi).

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Additional Information: Drs. Achmad Yasin, M.Ag
Uncontrolled Keywords: Fiqh Jinayah; Undang-undang; Perdagangan Orang
Subjects: Fikih
Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Siyasah Jinayah
Depositing User: Users 274 not found.
Date Deposited: 07 Aug 2015 04:37
Last Modified: 07 Aug 2015 04:37
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2130

Actions (login required)

View Item
View Item