Hak-hak istri siri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) perspektif Undang-Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT)

Utama Hs, Alif (2017) Hak-hak istri siri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) perspektif Undang-Undang No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (535kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (216kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (228kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (237kB) | Preview

Abstract

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ruang lingkup rumah tangga yang bisa dikenakan Undang-Undang No 23 Tahun 2004 Tentang UU PKDRT tidak hanya terkait hubungan perkawinan, perwalian, akan tetapi juga dalam urusan rumah tangga secara keseluruan tercatat dalam keluarga atau rumah tangga. Maksud dari undang-undang tersebut adalah memberikan perlindungan hukum secara luas dalam rumah tangga. Di sini bisa dilihat bahwa Negara menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) dan persamaan derajat antara kepala rumah tangga, keluarga maupun orang-orang yang senantiasa membantu atau menetap dirumah tersebut. Sejalan dengan kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa perlakuan perlindungan KDRT antara Istri sirri dengan istri yang dicatatan sangat jelas berbeda, istri siri bisa saja mendapatkan perlindungan hukum namun hanya sebatas sebagai kepentingan Hak Asasi Manusia (HAM) atau kepentingan hukum perorangan. Jadi nanti yang digunakan bukan Undang-Undang KDRT karena yang diatur dalam Undang-Undang KDRT adalah suami, istri, anak, atau mereka yang tercatat dalam surat keluarga atau rumah tangga. Kalau pelaku nikah sirri di Indonesia memiliki permasalahan kekerasan pada salah satu anggota keluarga, maka yang digunakan adalah kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) 351 Tentang Penganiayaan Umum.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Hak istri siri; kekerasan dalam rumah tangga
Subjects: Keluarga
Kekerasan
Hak Asasi Manusia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Utama Hs Alif
Date Deposited: 14 Nov 2017 04:16
Last Modified: 14 Nov 2017 04:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21296

Actions (login required)

View Item
View Item