Yurianingsih, Noviati (2017) Peran KH. Asep Saifuddin Chalim dalam mengembangkan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kembang Belor Pacet Mojokerto tahun 2001-2016. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (572kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (232kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (306kB)
Bab 1.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (6MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (516kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (522kB) | Preview
Abstract
Fokus penelitian skripsi ini adalah (1) Bagaimana riwayat hidup KH. Asep Saifuddin Chalim? (2) Bagaimana sejarah dan perkembangan pondok pesantren Amanatul Ummah Kembang Belor Pacet Mojokerto tahun 2001-2016? (3) Bagaimana Strategi KH. Asep Saifuddin Chalim dalam mengembangkan pondok pesantren Amanatul Ummah Kembang Belor Pacet Mojokerto tahun 2001-2016? Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis deskriptif dan pendekatan sosiologis. Adapun teori yang digunakan dalam skripsi ini diantaranya adalah teori kepemimpinan oleh Max Weber dan teori peran oleh Biddle dan Thomas. Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) KH. Asep Saifuddin Chalim lahir di Leuwimunding Jawa Barat pada 16 Juli 1955. Beliau menikah dengan Hj. Fadilah dan dikaruniai 9 putra dan putri. Sejak kecil dalam menempuh pendidikan nya beliau selalu terlihat sederhana meskipun beliau terlahir dari seorang Kiai besar yakni Kiai Haji Abdul Chalim. Selama hidupnya beliau pernah menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah swasta dan saat ini menjabat sebagai ketua Persatuan Guru NU. Hanya sedikit karya yang beliau tulis dikarenakan banyaknya kegiatan yang sudah menyita banyak waktu. (2) Awal terbentuknya pondok pesantren ini karena Kiai Asep ingin menyamai sistem pendidikan yang ada di sekolah non-muslim dan mewujudkan keinginan almarhum ayahandanya yang belum tercapai. Awal mulanya pondok pesantren ini hanyalah sebuah vila kecil (1988). Kemudian berkembang dan muncullah lembaga pendidikan Madrasah Berbasis Internasional (SMA, 1998), MTS Berbasis Pesantren (1998), SMP Akselerasi dan Excellent (2001), MA Berbasis Pesantren (2002), SMA Akselerasi dan Excellent (2003). Pada awal pendiriannya banyak tokoh-tokoh yang berperan didalamnya diantaranya Kiai Asep sendiri dan dibantu oleh Ahmad Mustafid Chalim serta Usatdz Abudal Mu’alim. Terdapat pula visi dan misi, dasar pendirian dan tujuan terbentuknya santri. Dalam perkembangan pondok pesantren juga mengalami perkembangan dalam lembaga pendidikan, jumlah santri dan guru serta sarana dan prasarana. (3) Dalam mengembangkan pondok pesantren Amanatul Ummah Kembang Belor Pacet Mojokerto, Kiai Asep menentukan strategi yang harus beliau lakukan supaya pondok pesantren yang beliau dirikan mengalami perkembangan yang signifikan. Strategi yang beliau lakukan yakni penggalian dana dan kerjasama antar lembaga. Strategi yang terakhir yakni perkembangan infrastruktur dan perkembangan Institut Kiai Abdul Chalim (2015).
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | KH. Asep Saifuddin Chalim |
| Subjects: | Biografi > Biografi Islam Pesantren |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Yurianingsih Noviati |
| Date Deposited: | 09 Nov 2017 06:28 |
| Last Modified: | 09 Nov 2017 06:28 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21104 |
