Relevansi kekinian hadis larangan melukis dalam Sunan al Nasa'i nomor indeks 5374

Bullah, Habieb (2012) Relevansi kekinian hadis larangan melukis dalam Sunan al Nasa'i nomor indeks 5374. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (632kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf

Download (85kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (96kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf

Download (965kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf

Download (779kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf

Download (625kB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf

Download (626kB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf

Download (124kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (159kB)

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab permasalahan mengenai bagaimana aplikasi dari melukis yang sesuai dengan ketentuan nash beserta pemahaman secara kontekstual. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) Jadi, pengumpulan data difokuskan pada penelusuran dan penelaahan terhadap literatur serta bahan kepustakaan lainnya, kemudian dianalisa dengan menggunakan metode takhrij, kritik sanad dan kritik main serta pemaknaan hadisnya, Penelitian ini dilakukan, karena merupakan bahan kajian dari para ulama’ dahulu hingga sekarang. Mengenai melukis ini, bervariatif pendapat dari para ulama, Ada yang pro ada juga yang kontra. Hal yang demikian dinilai wajar, karena terdapat intervensi kebudayaan dan perkembangan zaman. Larangan melukis yang dimaksud dalam Alquran dan hadis adalah jika pelukis mempunyai niat menyerupakan atau menyekutukan Allah SWT. Itulah yang disinyalir oleh Alquran dan hadis sebagai larangan keras karena berakibat siksaan yang sangat pedih di akhirat kelak. Adapun hasil dari penelitian ini tentang pelarangan melukis dalam Sunan al-Nasa’i sahih karena semua perawinnya tsiqah (dhabit dan adit), serta sanadnya bersambung sampai Rasulullah SAW, dan terhindar dari sudzudz dan illat Sedangkan dari segi matannya juga dapat dikatakan sahih karena tidak bertentangan dengan Alquran, hadis yang lebih kuat dan akal sehat, sehingga hadisnya dapat dijadikan hujjah serta dapat diamalkan.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Relevansi; Hadis; Larangan; Melukis
Subjects: Tafsir > Tasfir Hadis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Users 71 not found.
Date Deposited: 20 Oct 2017 07:52
Last Modified: 20 Oct 2017 07:52
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20729

Actions (login required)

View Item
View Item