Analisis hukum Islam terhadap kewenangan suami dalam pengelolaan harta perkawinan di suku banjar: studi kasus di Desa Simpang Tiga Seilan, Kecamatan Danau Salak, Kabupaten Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan

Supriadi, Taufan (2012) Analisis hukum Islam terhadap kewenangan suami dalam pengelolaan harta perkawinan di suku banjar: studi kasus di Desa Simpang Tiga Seilan, Kecamatan Danau Salak, Kabupaten Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (527kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (117kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (138kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (974kB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf

Download (349kB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf

Download (148kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (207kB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan demi menjawab dua pertanyaan besar yakni : Pertama, Bagaimana kedudukan dan kewenangan suami dalam pengelolaan harta perkawinan di suku Bajar, Desa Simpang Tiga Seilan, Kecamatan Danau Salak, Kabupaten Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan?. Kedua, Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap kedudukan dan kewenangan suami dalam pengelolaan harta perkawinan pada suku Banjar, Desa Simpang Tiga Seilan, Kecamatan Danau Salak, Kabupaten Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan?. Data penelitian ini terdiri keterangan langsung dari beberapa tokoh masyarakat desa Simpang Tiga Seilan, kecamatan danau Salak, Banjarmasin, yang mengetahui persis bagaimana system pengelolaan harta perkawinan di suku Banjar dimaksud, dan data sekunder berupa catatan tentang segala sesuatu, dokumen yang terkait dengan obyek penelitian dan dapat digunakan sebagai pelengkap. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam masyarakat suku Banjar, suami memiliki otoritas penuh untuk mengelola (menggunakan) harta perkawinan, baik bawaan maupun harta bersama. Sebaliknya istri tidak memiliki kewenangan untuk itu, dan melanggar ketentuan Pasal 87 Kompilasi Hukum Islam, Pasal 35 ayat 2, UU Perkawinan, Al- Quran An-Nisa’ ayat 32, pasal 92 Kompilasi Hukum Islam, Pasal 36 ayat 1 UU Perkawinan dan Qur’an An Nisa ayat 21.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Harta bersama; kewenangan suami; pengelolaan harta; suku Banjar
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Perkawinan
Harta Perkawinan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 16 Oct 2017 03:08
Last Modified: 26 Oct 2017 02:13
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20633

Actions (login required)

View Item
View Item