Dimyati, Muhammad (2014) HADIS TENTANG MANDI BAGI WANITA ISTIHADAH DALAM SAHIH AL-BUKHARI NO. INDEKS 327 DAN SUNAN ABU DAWUD NO. INDEKS 296:KAJIAN MUKHTALIF AL-HADIS. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (396kB) | Preview
Anstrak.pdf
Download (20kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (26kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (261kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (278kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (280kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (723kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (51kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (43kB) | Preview
Abstract
Berangkat dari perbedaan pendapat antar ulama mengenai wanita yang
mengalami istih{a>d{ah, bahwasannya wanita mustah{a>d{ah diperintahkan mandi setiap
akan salat atau mandi satu kali untuk dua salat. Perbedaan ini bermula dari beberapa
hadis terkait dengan masalah ini. Oleh karena itu, masalah yang diteliti dalam
penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kualitas sanad dan matn hadis yang
memerintahkan mandi setiap akan salat?, 2) Bagaimana kualitas sanad dan matn
hadis yang memerintahkan mandi satu kali untuk dua salat?, 3) Bagaimana
penyelesaian hadis yang memerintahkan mandi setiap akan salat dan mandi satu kali
untuk dua salat bagi wanita yang mengalami istih{a>d{ah?.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas sanad dan matn hadis
yang memerintahkan mandi setiap akan salat dan mandi satu kali untuk dua salat serta
penyelesaiannya di antara dua hadis yang bertentangan tentang mandi bagi wanita
istih{a>d{ah.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bersifat kepustakaan
(library research). Jadi, pengumpulan data diperoleh dengan meneliti kitab al-jami’
al-S{ah{i>h{ al-Bukha>ri dan Sunan Abu> Da>wu>d, serta dibantu dengan kitab standar
lainnya, kemudian dianalisa dengan menggunakan metode takhrij, kritik sanad dan
matn kemudian penyelesaiannya dengan menggunakan ilmu Mukhtalif al-H{>adi>s.
Penelitian ini dilakukan karena terdapat dua hadis yang bertentangan tentang
mandi bagi wanita istih{a>d{ah, karena terdapat teori yang mengatakan bahwa apabila
terdapat dua hadis yang s{ah{i>h{, maka tidak mungkin bertentangan, kemudian
dilakukan juga penelitian kualitas terhadap ke dua hadis baik yang memerintahkan
mandi setiap akan salat maupun mandi satu kali untuk dua salat.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kualitas hadis tentang mandi setiap akan
salat dan mandi satu kali untuk dua salat adalah s{ah{i>h{ lidhatihi ma’mul bih, karena
statusnya sama-sama s{ah{i>h{, maka metode yang digunakan dalam menyelesaikan
perbedaan hadis tersebut yaitu metode al-jam’u wa al-taufi>q.
Kata kunci: Mandi, Istih{a>d{ah, Mukhtalif al-H{adi>s.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Saifullah |
| Uncontrolled Keywords: | Mandi; Istihadah; Mukhtalif al-Hadis. |
| Subjects: | Hadis |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis |
| Depositing User: | Editor : Kuntum L.R------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 18 Apr 2015 16:02 |
| Last Modified: | 18 Apr 2015 16:02 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2016 |
