Faridah, Lutfiyah Hanum (2014) PENGASUHAN TERHADAP ORANGTUA DALAM ALQURAN SURAT AL-ISRA’ AYAT 23 DAN 24. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (357kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (217kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (250kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (448kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (461kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (576kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (416kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (230kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (213kB) | Preview
Abstract
Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana sikap dan
perilaku dalam merawat orangtua berdasarkan penafsiran surat Al-Isra>’ ayat 23
dan 24, 2) Bagaimana perkataan yang baik terhadap orangtua dalam Alquran
berdasarkan penafsiran surat Al-Isra>’ ayat 23 dan 24.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan data penafsiran menurut
beberapa mufassir tentang penafsiran surat Al-Isra>’ ayat 23 dan 24 yang
mendeskripsikan tentang sikap dan perilaku dalam merawat orangtua.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan
berdasarkan kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode
penyajian secara deskriftif dan analitis. Sesuai dengan tujuan tersebut, data primer
yang digunakan berasal dari kitab Alquran dan Terjemahannya, sedangkan data
sekunder yang berasal dari penjelasan-penjelasan oleh beberapa mufassir dalam
kitab tafsirnya.
Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan yang muncul di
masyarakat. Kebanyakan masyarakat mengabaikan orangtuanya yang sudah
memasuki usia senja dan dalam kondisi yang lemah. Dalam Alquran dijelaskan
sikap dan perilaku anak untuk menunjukkan rasa berbakti anak kepada orangtua
terutama saat orangtua memasuki usai senja. Anak tetap mempunyai kewajiban
untuk berbakti kepada orangtua, baik saat mereka masih hidup ataupun sudah
meninggal.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sikap dan perilaku dalam merawat
orangtua terbagi menjadi 5 hal. Pertama,tidak berkata “ah” ataupun kata-kata
buruk lainnya di hadapan orangtua seperti, aduh, huh, cis, cus, dan lain-lain.
Kedua, tidak berkata kepada orangtua dengan nada tinggi atau membentaknya.
Ketiga, berkata kepada orangtua dengan perkataan yang mulia, sopan santun, dan
lemah lembut. Keempat, bertawadhu’ atau merasa rendah diri di hadapan
orangtua. Kelima, mendoakan orangtua, baik saat mereka masih hidup ataupun
sudah meninggal. Namun orangtua yang meninggal dalam keadaan kafir, tidak
ada kewajiban bagi anak untuk mendoakannya. Dan perkataan yang baik kepada
orangtua adalah perkataan yang sopan dan bertata krama, serta memaafkan setiap
kesalahan orangtua.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Fadjrul Hakam Chozin |
| Uncontrolled Keywords: | Pengasuhan; Orangtua; usia senja; Anak. |
| Subjects: | Keluarga |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis |
| Depositing User: | Editor : Kuntum L.R------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 18 Apr 2015 15:49 |
| Last Modified: | 18 Apr 2015 15:49 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2015 |
