Konsep kepemimpinan perempuan dalam berpolitik menurut Siti Musdah Mulia

Sari, Eka Ratna (2017) Konsep kepemimpinan perempuan dalam berpolitik menurut Siti Musdah Mulia. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Eka Ratna Sari_E01213017.pdf] Text
Eka Ratna Sari_E01213017.pdf

Download (2MB)

Abstract

Fenomena kepemimpinan perempuan akhir-akhir ini menjadi sebuah topik yang banyak dibicarakan, eksistensi perempuan dalam berpolitik banyak menimbulkan wacana, mulai dari pendapat yang menyetujui, dan wacana yang tidak menyetujui perempuan menjadi seorang pemimpin dan melakukan kegiatan politik. Salah satu tokoh, yang menyetujui perempuan menjadi pemimpin dan melakukan kegiatan politik adalah Siti Musdah Mulia, yang dalam hal ini sebagai narasumber untuk penelitian ini. Sedangkan kelompok yang tidak menyetujui perempuan sebagai pemimpin dan melakukan kegiatan politik adalah ulama salaf fuqoha’ seperti salah satunya Syaikh Abdul Aziz. Kepemimpian perempuan menurut Musdah Mulia adalah ketika seorang pejabat perempuan melaksanakan agenda kerjanya untuk mensejahterakan masyarakat, bukan menyejahterakan diri sendiri. Berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh Musdah Mulia ketika ikut serta dalam kegiatan perpolitikan, ketika perempuan menjadi seorang pejabat maka tugas agendanya lebih menyentuh secara langsung ke lapisan masyarakat, karena seorang perempuan dengan sifat feminimnya yang mengasihi, menyanyangi, dan sikap mensejahterakan orang lain akan diaplikasikan kepada masyarakatnya. Sikap perpolitikan yang syarat dengan sifat maskulinitas, seperti tegas, keras, dan menjatuhkan, sebaiknya dikombinasikan dengan sikap feminimtas, untuk menjadikan kegiatan politik yang mengabdi, mensejahterkan masyarakat. Penelitian ini, menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan teknik penelitian lapangan. Dapat disimpulkan oleh penulis bahwa perempuan mempunyai hak untuk ikut serta dalam membangun negaranya, yang dalam hal ini menjadi seorang pemimpin dalam kegiatan politik. Ketika perempuan menjadi seorang pejabat maka, perempuan tersebut benar-benar mendedikasikan kemampuannya untuk mensejahterakan masyarakat, seperti perumpamaan seorang ibu yang mengasuh anaknya.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Perempuan; Kepemimpinan; Politik
Subjects: Gender
Wanita
Kepemimpinan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Sari Eka Ratna
Date Deposited: 16 Aug 2017 07:20
Last Modified: 04 Mar 2019 08:36
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19723

Actions (login required)

View Item
View Item