Saifullah, Bagus (2017) Telaah penafsiran Syaikh Muhammad Ali al-Sabuni tentang pengelolahan harta anak yatim dalam al-Qur’an surah al-nisa’: 5-10. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (592kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (366kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (313kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (627kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (916kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (581kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (956kB)
Bab 5.pdf
Download (380kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (336kB)
Abstract
Masalah yang diteliti adalah tentang pemeliharaan harta anak yatim yang seringkali terjadi keributan dalam mengatur dan pengelolahannya, yang terjadi adalah mereka lalai dalam menjalankan perintah dan menjauhkan diri dari larangan yang sudah ditetapkan oleh ajaran agama Islam.Dalam hal ini penulis menggunakan mufassir Ali Al-Sabuni. 1) Bagaimana penafsiran Ali Al-Sabuni terhadap Surah al-Nisa’: 5-10. 2) Bagaimana Batasan penyerahan harta anak yatimmenurut Ali Al-Sabuni dalam Surah al-Nisa’: 5-10.3) Bagaimana hukumnya memakan harta anak yatim bagi para wali menurut Ali Al-Sabuni surah Al-Nisa’: 5-10.Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bersifat kepustakaan (Library Research) dan menggunakan metode tahlili dengan menggunakan teori asbabal-nuzul dan bahasa kesusastraan dalam menafsirkan Al-Qur’an teori ini berusaha keras dalam memaparkan makna dari kandungan ayat tersebut dan pentingnya adanya penafsiran yang menggunakan teori asba>bal-nuzul.Peneliti melakukan penelitian ini karena bisa memberikan konstribusi dalam study Al-Qur’an. Dengan memberikan informasi yang lebih luas khususnya tentang penafsiran Ali Al-Sabuni terhadap pemahaman pengelolahan harta anak yatim, teori Ulum Al-Qur’an. Kemudian bisa juga memberikan solusi dalam pemahaman ayat-ayat yang berkaitan dengan pengelolahan harta anak yatim.Kesimpulan yang bisa di paparkan, dalam mengelola harta, anak yatim yang masih kecil Safih tidak boleh diserahkan hartanya, ukuran Safih dalam hal ini mencakup, anak-anak, perempuan bahkan sampai dewasa Ali Al-Sabuni dalam membatasi pewaris tidak semua orang yang cukup umur bisa dikatan dewasa dan bisa mengatur harta mereka, karenanya walaupun usia 50 tahun jika sifatnya tidak sesuai maka tidak boleh memberikan harta tersebut. Kemudian bagi para wali boleh menggunakan harta anak yatim dalam keadaan darurat sebagai pinjaman jika wali sudah mampu maka harus membayar.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tafsir; Syaikh muhammad Ali al-Sabuni; Pengelolahan harta anak yatim; Surat an Nisa' |
| Subjects: | Al Qur'an Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Depositing User: | saifullah bagus |
| Date Deposited: | 16 Aug 2017 08:24 |
| Last Modified: | 16 Aug 2017 08:33 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19692 |
