Muhibudin, Moh. (2017) Pandangan dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum Uin Sunan Ampel Surabaya terhadap pendapat Madzhab Hanafi tentang perempuan menikah tanpa wali. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (858kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (146kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (260kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (1MB)
Bab 4.pdf
Download (848kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (250kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (266kB) | Preview
Abstract
Dua hal yang akan menjadi fokus penelitian, Pertama; Pandangan Perkawinan Tanpa Wali Menurut Madzhab Hanafi, Kedua; Pandangan Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Tentang Hukum Nikah Tanpa Wali Menurut Madzhab Hanafi.
Jenis data dalam penelitian ini merupakn hasil penelitian kualitatif yaitu mengemukakan, menggambarkan dan menguraikan seluruh permasalahan-pemasalahan yang ada bersifat penjelasan dalam kaitannya pandangan dosen fakultas Syariah dan Hukum terhadap pendapat madzhab Hanafi tentang perempuan menikah tanpa wali. Sumber data yang diambil dalam penelitian ini diantaranya data sekunder, data primer, wawancara terhadap responden, maupun data pendukung lainnya yang bertujuan sebagai pelengkap dalam penelitian ini.
Madzhab hanafi menyatakan bahwa dalam melaksanakan perkawinan tidak perlu memakai wali, perkawinan dianggap sah. Menurut madzhab Hanafi, seorang perempuan yang merdeka, dewasa, dan berakal ketika menikahkan dirinya sendiri dengan seorang laki-laki maka perkawinan perempuan tersebut diperbolehkan. Dan menurut madzhab Hanafi, keterangan-keterangan yang mensyaratkan adanya wali dalam perkawinan itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mewajibkan perempuan menikah harus disertai wali, artinya tiap-tiap perempuan boleh menikahkan dirinya sendiri tanpa wali.
Saran-saran yang bisa diberikan oleh penulis yakni, perkawinan adalah suatu hal yang sakral dan baik apabila didasari dengan tujuan yang baik pula, sehingga nantinya dalam menjalani perkawinan kedepannya tidak menimbulkan masalah. Di antara salah satu sahnya sebuah perkawinan adalah wali, maka hendaknya memenuhi rukun dan syarat perkawinan dengan mendatangkan seorang wali untuk menikahkan seorang perempuan meskipun itu berupa wali hakim yang ditunjuk olek keluarga sebagai wali perkawinan apabila dari pihak keluarga tidak bisa menjadi wali untuk suatu perkawinan.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wali Nikah |
| Subjects: | Nikah > Wali Nikah |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Muhibudin Moh |
| Date Deposited: | 11 Aug 2017 09:12 |
| Last Modified: | 11 Aug 2017 09:12 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19450 |
