Muhsinah, Muhsinah (2017) Pendidikan etika dalam al-Qur'an surat Luqman ayat 18 perspektif Ibnu Miskawaih dan implementasinya dalam kehidupan. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (865kB)
Abstrak.pdf
Download (391kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (409kB)
Bab 1.pdf
Download (613kB)
Bab 2.pdf
Download (1MB)
Bab 3.pdf
Download (727kB)
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (404kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (520kB) | Preview
Abstract
Manusia sebagai mahluk sosial tentu mebutuhkan teman untuk bergaul, untuk menyatakan suka duka, dan memenuhi berbagai kebutuhan lainnya yang bersifat kolektif. Sebagai mahluk sosial mau tidak mau harus berinteraksi dengan manusia lainnya dan membutuhkan lingkungan di mana ia berada. Ia menginginkan adanya ligkungan sosial yang ramah, peduli, santun, dan saling menjaga dan menyayangi, dan sebagaiya. Akan tetapi di era ini telah banyak muncul perilaku amoral, tak jarang yang menjadi pelaku amoral datang dari kaum muslim. Hal tersebut jelas bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang didalamnya telah banyak ditunjukkan bagaimana seharusnya manusia berinteraksi dengan orang lain, baik sesamanya maupun dengan yang lain. Pendidikan Etika merupakan pendidikan yang membentuk perilaku seseorang melalui pendidikan budi pekerti atau penanaman nilai-nilai baik yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang. Pendidikan ini termasuk dalam kategori interaksi sosial dalam lingkungan kehidupan seperti contoh sikap rendah hati dan saling menghargai. Pendidikan etika membutuhkan banyak waktu dalam proses pembentukannya salah satu caranya adalah dengan cara pembiasaan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang ketiganya membutuhkan kesinambungan yang baik. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidikan etika, implementasi pedidikan etika pada keluarga, sekolah, dan masyarakat, dan juga keterpaduan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai pusat pendidikat etika, serta analisis pendidikan etika dalam Q.S. Luqman ayat 18 yang didasarkan pada pendapat Ibnu Miskawaih sebagai tokoh etika Islam sekaligus filsuf muslim. Penulisan ini merupakan analisis kualitatif deskriptif menggunakan metode maudlu’iy, deskriptif analitik, serta kajian pustaka (Library Research), yaitu dengan menghimpun ayat-ayat al- Qur’an mengenai pendidikan etika, dan menguraikan secara teratur konsepsi sang tokoh (Ibn Miskawaih) mengenai inovasi metode Pendidikan Etika. Dalam Q.S. Luqman berisi nasehat tentang etika berkomunikasi, yang termasuk ke dalam karakter sosial yang dikemas dengan bagaimana cara bersikap terhadap orang lain termasuk lawan bicara kita. Hal ini dijelaskan dalam surat Luqman ayat 18 yang berisi tentang larangan Luqman terhadap sang anak untuk memalingkan muka dari lawan bicara kita karena sombong dan berjalan dengan angkuh merasa diri sendiri paling tinggi derajatnya dan merendahkan orang lain. Dalam pandangan Ibnu Miskawaih sombong dalam surat Luqman di atas termasuk dalam penyakit jiwa manusia yang merupakan penyebab timbulnya amarah di dalam diri manusia, dan timbulnya amarah inilah yang kemudian menghalangi manusia untuk mendapatkan kebahagiaannya. Sebab hakikatnya tujuan manusia hidup adalah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pendidikan etika; surat Luqman; Ibnu Miskawaih |
| Subjects: | Pendidikan Islam Al Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Muhsinah Muhsinah |
| Date Deposited: | 10 Aug 2017 08:33 |
| Last Modified: | 10 Aug 2017 08:33 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/19225 |
