Nurfitria, Dewi (2014) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP BAGIAN AHLI WARIS PEREMPUAN YANG LEBIH BESAR DARI LAKI-LAKI DI DESA SUKAPURA KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (102kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (34kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (61kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (143kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (244kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (98kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (107kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (30kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (58kB) | Preview
Abstract
Skripsi dengan judul “Analisis Hukum Islam terhadap Bagian Ahli Waris Perempuan yang Lebih Besar dari Laki-laki di Desa Sukapura Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo” adalah hasil penelitian lapangan untuk menjawab pertanyaan tentang apa alasan penentuan bagian waris anak perempuan di Desa Sukapura Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, serta analisis hukum Islam terhadap alasan penentuan bagian waris anak perempuan di Desa Sukapura Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.
Untuk menjawab permasalahan di atas, penulis mengumpulkan data dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumenter. Wawancara dilakukan kepada masyarakat desa Sukapura. Setelah data terkumpul selanjutnya dideskripkan dengan menggunakan metode deskriptif analisis, kemudian dianalisis dengan hukum Islam. Sedangkan pola pikir yang digunakan adalah pola pikir deduktif. Hukum kewarisan Islam meninjau fenomena yang terjadi pada masyarakat desa Sukapura, sehingga bisa diketahui apakah fenomena tersebut di atas sesuai dengan hukum kewarisan Islam atau tidak.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa di desa Sukapura setelah orang tua meninggal, maka harta warisan dibagikan kepada anak-anak si meninggal, dengan mengutamakan anak perempuan dalam bagian warisnya. Artinya bagian anak perempuan lebih besar dari bagian anak laki-laki. Hal tersebut dilakukan karena menurut anggapan masyarakat setempat perempuan perlu dibelaskasihani karena perempuan tidak bekerja dan tidak bisa menghasilkan uang, sehingga perlu diberi lebih untuk memenuhi kebutuhannya, berbeda dengan laki-laki yang bisa bekerja sehingga mendapatkan penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan begitu hal tersebut dianggap adil oleh masyarakat setempat.
Fenomena tersebut tidak sesuai dengan ketetapan Islam. Menurut kewarisan Islam, berlaku kebalikan dari apa yang terjadi di masyarakat tersebut, yaitu antara laki-laki dengan perempuan berlaku ketentuan 2:1 dimana seorang laki-laki seumpama dua orang perempuan dalam derajat yang sama, dengan begitu bagian laki-laki dua kali lebih besar dari bagian perempuan. Hal tersebut sesuai dengan isi kandungan al-Qur’an surat al-Nisa>’ ayat 11. Bagian tersebut ditetapkan karena Islam memandang bahwa nafkah menjadi kewajiban laki-laki, bukan perempuan. Oleh sebab itu laki-laki diberi lebih banyak karena ia masih mempunyai kewajiban untuk menafkahi keluarganya. Dengan begitu ketetapan tersebut sudah sangat adil disesuaikan antara hak dan kewajiban masing-masing.
Dari hasil penelitian di atas, diharapkan bagi tokoh agama dan masyarakat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pembagian warisan yang benar menurut Islam. Dan memaparkan berbagai hikmah yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu diharapkan masyarakat sedikit demi sedikit bisa memahami bahwa apa yang ditetapkan oleh Islam merupakan ketetapan yang terbaik.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Darmawan |
| Uncontrolled Keywords: | Waris; Ahli Waris Perempuan |
| Subjects: | Hukum Islam > Waris |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Users 32 not found. |
| Date Deposited: | 16 Apr 2015 07:51 |
| Last Modified: | 16 Apr 2015 07:51 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/1903 |
