Furqoni, M. Faiza Fahmi (2017) Tinjauan hukum islam terhadap praktik mancing berhadiah di pemancingan Gunung Sekar Sampang Madura. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (387kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (455kB)
Daftar isi.pdf
Download (485kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (734kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (537kB)
Bab 4.pdf
Download (695kB)
Bab 5.pdf
Download (535kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (577kB)
Abstract
Skripsi ini adalah hasil penelitian untuk menjawab sebuah rumusan masalah bagaimana praktik mancing berhadiah di pemancingan Gunung Sekar Madura dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap akad jual beli dengan praktik mancing berhadiah di pemancingan Gunung Sekar Madura. Dengan objek jual beli (ikan) yang masih berada didalam kolam berair keruh dan tidak secara terang-terangan ditunjukkan kepada pemancing sehingga pemancing hanya bisa berspekulasi atau mengandalkan untung-untungan saja. Hal inilah yang secara normatife hukum Islam menjadi sebuah permasalahan, karena tidak sesuai dengan kaidah-kaidah jual beli yang telah ada. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu data yang diperoleh dengan hasil pengamatan langsung dilapangan. Selain melakukan pengamatan (observasi), dilakukan juga interview kepada pihak pengelola, pengunjung, dan masyarakat disekitar lokasi pemancingan. Penelitian ini menggunakan analisis induktif, yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis data atas fakta-fakta yang bersifat khusus, kemudian dari fakta-fakta tersebut ditarik kesimpulan umum atas sebuah Analisa. Sifat penelitian ini adalah prespektif, yaitu mengumpulkan seluruh hasil penelitian, kemudian meninjau hasil tersebut dari sudut pandang Hukum Islam, sehingga pendekatan yang dipakai adalah pendekatan normative. Berdasarkan metode yang digunakan, maka tertangkap bahwa jual beli ikan dengan praktik mancing berhadiah di pemancingan Gunung Sekar tidak sesuai dengan Hukum Islam, karena terdapat unsur gharar (kesamaran) terhadap objek jual beli yaitu ikan yang diperjual belikan masih berada didalam kolam sehingga pemancing hanya mengandalkan keberuntungan saja. Mengenai konsep hadiah yang ditawarkan juga tidak bisa diterapkan sebagai akad Ju’َ alah, karena tidak ada kesesuaian diantara keduanya, baik syarat maupun rukun yang tidak terpenuhi. Sementara bagi pengunjung pemancingan yang telah mengeluarkan sejumlah biaya untuk membayar tiket mengikuti mancing berhadiah hendaknya memastikan terlebih dahulu objek yang akan diperjual belikan, dalam hal ini memastikan bahwa ikan maskot benar-benar ada didalam kolam pancing tersebut. Hal tersebut juga berlaku bagi pengelola pemancingan, agar mengubah sistem mancing berhadiah menjadi lebih transparan antara pihak pengelola dan pemancing. Sehingga terjadi sistem jual beli yang menguntungkan bagi semua pihak.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Subjects: | Hukum Islam > Jual Beli |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | furqoni Muhammad Faiza Fahmi |
| Date Deposited: | 09 Aug 2017 08:18 |
| Last Modified: | 09 Aug 2017 08:18 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/18946 |
