Yuniarti, Istianah (2017) Risiko kufur nikmat studi penafsiran al Quran surat Ibrahim ayat 7. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (26MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (204kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (249kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (3MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (3MB)
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (408kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (425kB) | Preview
Abstract
Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana penafsiran surat Ibrahim ayat 7. 2) Bagaimana balasan bagi orang yang kufur nikmat menurut Alquran surat Ibrahim ayat 7? Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan surat Ibrahim ayat 7 dengan mendeskripsikan balasan bagi orang yang mengingkari nikmat Allah sehingga dapat diketahui akibat yang diterima bagi pelaku kufur nikmat. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dan metode tah}lili (analisis) yaitu menggambarkan atau menjelaskan penafsiran-penafsiran para mufassir yang berkaitan dengan risiko bagi pelaku kufur nikmat dari seluruh aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat Alquran. Penelitian ini dilakukan karena adanya kesamaran siksa yang diterima bagi pelaku kufur nikmat. Dalam Alquran disebutkan apabila mensyukuri nikmat-nikmat Allah, maka Allah akan menambah nikmat tersebut. Namun, apabila mengkufurinya, yakni tidak menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan fungsinya dan tidak mempercayai bahwa nikmat tersebut datangnya dari Allah, tidak disebutkan balasan secara pasti, hanya dikatakan bahwa siksa Allah sangat pedih. Kesamaran makna siksa Allah sangat pedih ini tentu menjadi sebuah problem tersendiri untuk dibahas, khususnya dalam sudut pandang Alquran surat Ibrahim ayat 7. Kesimpulan dari penelitian ini adalah risiko yang diterima bagi pelaku kufur nikmat dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, adhab di dunia meliputi dicabutnya nikmat-nikmat yang Allah berikan padanya sehingga tidak dapat merasakan nikmat tersebut, mempunyai sakit kejiwaan karena hatinya selalu ditimpa penyakit selalu merasa tidak puas disebabkan menilai sesuatu dengan kekurangan, bahkan terdapat pendapat yang menyatakan bahwa nikmat di dunia semakin ditambah untuk memperpanjang kedurhakaannya kepada Allah SWT. Kedua, ‘adhab di akhirat berupa siksa di neraka jahanam, semakin jauh dengan Allah, dan yang paling berat adalah nanti kelak di akhirat tidak dapat bertemu dengan Allah. Dicabut nikmat di akhirat itu sangat berat, tapi dicabutnya nikmat bertemu dengan Sang Pencipta itu paling dahsyatnya siksa.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Risiko; kufur; nikmat |
| Subjects: | Al Qur'an Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis |
| Depositing User: | Yuniarti Istianah |
| Date Deposited: | 19 Jul 2017 07:07 |
| Last Modified: | 19 Jul 2017 07:07 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17622 |
