Attamimi, Salim Kaddafi (1998) Pemikiran politik Imam Khomeini. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Abstrak.pdf
Download (121kB) | Preview
Cover.pdf
Download (680kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (318kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (2MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (3MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (4MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (569kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (557kB) | Preview
Abstract
Khomeini adalah seorang tokoh teoritis terbesar. Pemikiran dan fatwanya telah menggulingkan Syah Iran. Ungkapan Imam Khomeini adalah sebuah penyadaran diri bagi seluruh komponen masyarakat, mulai dari mahasiswa, sampai dari pedagang kaki lima. Dan tidak mempunyai dimensi religious akan tetapi bernuansa politis, guna mendobrak kaki tangan imprialisme yang telah bercokol lama. Demikian agama sebagai legitimasi atas otoritas politik dalam menjalankan kebijakan politiknyasebagai pengganti Tuhan. Rumusan masalah penelitian ini adalah; 1.bagimana pokok-poko pemikiran politik Imam Khomeini, 2.Mengapa Khomeini menganmbil konsep politiktidak timur dan tidak barat. Metode pembahasan penelitian ini menggunakan metode induksi, metode deduksi dan metode komparasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; 1.Imam Khomeini seorang figure yang kharismatik, bahkan Imam adalah seorang teoritikus kontempore, yang memakai konsepsi Negara merupakan wilayah para faqih. Dari pemikirannya ini melahirkan karyanya “Vilaya-I Fakih” yang kemudian diterapkan dalam Republik Islam Iran. 2.Suaranya pada dunia yang sangat keras, meskipun kadang kebijakannya dilihat oleh Barat sangat kontrofersial. Hal ini karena Imam melihat Barat hanya mempermainkan Negara-negara Islam dan dunia ketiga khususnya, guna dapat menanamkan asset sebanyak-banyaknya, untuk kedamaian mereka sendiri, sementara Negara-negara Islam terlena oleh manipulasi Barat. Oleh sebab itu ia menghimbau untuk mengutuk Negara Islam yang seperti ini, seraya mengajak Iran dan Negara-negara Islam lainnya untuk berdiri di kaki sendiri. Tanpa harus menjjadi bulan-bulanan Barat. Dengan itu kita kenal slogan pembaharuanya, “Bukan Barat, Bukan Timur, tetapi Republik Islam.”
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | politik; Imam Khomeini |
| Subjects: | Biografi > Biografi Islam Politik |
| Depositing User: | Editor : samid library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 15 Jun 2017 02:47 |
| Last Modified: | 15 Jun 2017 02:47 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/17286 |
